Header Ads

Uji Sertifikasi Profesi Bukti Profesionalitas Dir


Foto: flyer uji sertifikasi kompetensi konsentrasi humas


OrangeNews(10/10) – Prodi Ilmu Komunikasi Untirta mengadakan Uji Sertifikasi Kompetensi yang sudah berjalan selama dua tahun terakhir. Namun, masih sedikit mahasiswa yang tahu bagaimana pelaksanaannya dan seberapa penting serifikasi bagi mereka.

Sertifikasi ini merupakan program dari Kementrian Ristekdikti yang mengharuskan setiap kelulusan mempunyai sertifikat kompetensi untuk menguatkan mahasiswa yang telah lulus dibidangnya. Seperti memiliki kompetensi jurnalis, PR dan Marketing Komunikasi, dengan beberapa kompetensi yang harus lulus seperti bahasa inggris dan pengelolaan kegiatan pada bidangnya.

Ditemui di Fakultas ilmu Sosisal dan Ilmu Politik, Kepala Jurusan Ilmu Komunikasi Rahmi Widyaningsih menjelaskan bahwa sertifikasi profesi itu sangat penting dan menganjurkan mahasiswa untuk melakukan sertifikasi keprofesian ini. Kemudian Beliau menambahkan bahwa uji sertifikasi ini dalam syarat wisuda statusnya masih dianjurkan.

“Sebaiknya itu dilakukan atau dianjurkan, kami sebagai jurusan telah membekali dan memfasilitasi sertifikasinya. Apalagi sekarang kita dalam menghadapi MEA, kita tidak hanya menghadapi pasar nasional namun juga internasional. Karena kita ketahui juga bagi Indonesia dan negara luar sertifikasi itu diperlukan sebagai penguat data kompetensi diri,” jelasnya.

Dalam mengikuti serifikasi ini mahasiswa atau lulusan mahasiswa akan menghadapi serangkaian tes seperti obsevasi portofolio, tes lisan, tes tertulis dan tes uji observasi.

Rahmi pun menjelaskan penguji sertifikasi profesi ini bersal dari luar kampus. Konsentrasi Jurnalistik diuji oleh Republika, Public Relation diuji oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Public Relation Indonesia (LSPPRI) kemudian serifikatnya diterbitkan oleh BNSP dan dapat dipergunakan selama tiga tahun. Tapi, untuk konsentrasi Marketing Komunikasi masih belum diselenggarakan karena biayanya labih mahal dari Public Relation dan Jurnalistik.

Selaras dengan Rahmi, Ihram, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Semester 7, konsentrasi Jurnalistik mengatakan pentingnya sertifikasi ini untuk mahasiswa, karena untuk menunjukkan profesinalitas diri.

“Jadi kalo mau dibilang profesional dan memang ahli dibidang tersebut menurut saya sih penting untuk mahasiswa apalagi setelah lulus nanti. Fresh Graduate seenggaknya ada yang ditunjukkan, yaitu punya sertifikasi profesi tersebut. Jadi kedepannya bisa jadi pegangan juga untuk cari pekerjaan nantinya," ujarnya.

Diakhir  wawancara Ramhi, berharap dengan adanya penguatan sertifikasi ini masing-masing lulusan diterima di dunia kerja.
“Saya pernah dengar Ristekdikti,  ijazah semua orang punya namun sertifikasi itu belum tentu semuanya punya. Di universitas lain seperti di Unsera mewajibkan mahasiswanya untuk mengikuti tes,” ungkap Rahmi.

Reporter : Nur/Prima/Rizki/Tasyia

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.