Header Ads

Rektorat Ambil Alih KPK, Panitia Orasi Depan Gedung Rektorat

Foto: Panitia KPK aksi di depan Gedung Rektorat untuk penolakan kebijakan  ambil alih KPK oleh pihak rektorat



OrangeNews(14/08) - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) mengadakan Kegiatan Pengenalan Kampus (KPK)  hari pertama pada Selasa 13 Agustus 2019,  yang dilaksanakan di Kampus A Untirta, Serang. Kegiatan ini diselenggarakan oleh BEM KBM Untirta dan Rektorat. Kegiatan terlihat berjalan lancar saat di pagi hari. Namun, siapa sangka  di siang harinya panitia KPK pihak mahasiswa melakukan aksi di depan gedung rektorat disertai orasi yang dikumandakan oleh Presiden Mahasiswa (Presma) dan ketua pelaksana KPK.

Aksi yang berisi orasi tersebut membahas mengenai penolakan kebijakan untuk pengambil alihan kegiatan oleh rektorat di hari kedua KPK, dimana pada hari kedua KPK akan dipegang oleh rektorat dari awal acara sampai jam 2 siang dan panitia KPK dapat mengambil alih dari jam 2 siang sampai selesai. Pihak panitia KPK tidak menyetujui adanya kebijakan tersebut sehingga meminta kepada pihak rektorat bahwa untuk hari kedua KPK akan diambil alih oleh panitia KPK sepenuhnya.

"Sebenernya memang dari kesepakatan rapat yang ada sebelumnya, rektorat itu maksimal di hari pertama saja dan di hari kedua kita pure semua dari BEM KBM artinya dari pantia kpk, namun ketika follow up di hari pertama ini tenyata rektorat menyampaikan bahwasannya hari kedua beliau masih memakai acara itu sampai jam 2," jelas Derri Dwi Geovani, Wakil Ketua Pelaksana KPK Untirta.

Menanggapi perihal ini pun pihak rektorat membuka suara apa yang menurutnya terjadi pada acara KPK Tahun ini.

"Sebenarnya ada keinginan - keinginan mahasiswa yang menurut bapak sudah bapak fasilitasi, mulai dari pemateri dia ingin mencari sendiri, bapak kan aspiratif demokratif gitu kan jadi untuk itu ya silahkan saja. Tetapi ketika dalam proses malah seperti ini timbul masalah " ujar Suherna, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan.

Tak hanya itu konsep pengenalan UKM untuk hari kedua sempat disinggung oleh pihak rektorat. Baginya pengelanan UKM tidak perlu dilakukan oleh semua UKM.

"Lalu yang kedua tentang UKM, pengenalan UKM kan sudah ada di UKM Festival dan di hari kedua ini dia ingin menguasai. Yang dia ingin di hari kedua itu UKM tampil terlebih dahulu setelah itu narasumber lalu UKM lagi, dia ingin semua UKM tampil. Bapak sudah nego udah ambil aja yang unggul-unggul saja, maksudnya yang sifatnya menghibur juga," singgung Suherna.

Pihak panitia KPK dari KBM masih menunggu keputusan dari rektorat dengan harapan pada hari kedua KPK acara akan dipegang oleh panitia KPK sepenuhnya seperti yang disampaikan oleh wakil ketua pelaksana KPK. Jika tidak sesuai dengan harapan maka mereka memutuskan untuk lepas tangan dan tidak ikut campur lagi di kegiatan pengenalan kampus ini.
Sedangkan dari pihak rektorat menegaskan bahwa pada hari kedua KPK pihak rektorat masih akan ikut serta dalam keberlangsungan acara dengan melakukan kolaborasi dengan panitia KPK dari BEM KBM.

"Untuk hari kedua, moderator akan dipegang oleh mahasiswa Dan MC akan dipegang oleh pihak rektorat Karna Untuk menghargai Bu Susi selaku pengisi materi. Disini bapak sudah memberikan kelonggaran ini juga ya. Jadi untuk keputusan akhirnya tetap ada kolaborasi antara BEM KBM dengan rektorat," tegas Suherna.

Sampai saat ini masih belum ada kejelasan bagaimana dan siapa yang akan mengambil alih acara KPK hari kedua ini, apakah akan diambil alih oleh kedua pihak atau salah satu pihak.


Reporter : Alfi, Al, Najwa, Icha

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.