Header Ads

SOP KPK 2019 Batasi Ruang Gerak Pers



(foto: pengucapan sumpah mahasiswa dan sumpah solidaritas yang dipimpin oleh Presiden beserta Wakil Presiden Mahasiswa pada acara TM 1 KPK Untirta 2019)


OrangeNews(23/7) - Technical Meeting 1  Kegiatan Pengenalan Kampus (KPK) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) 2019, dilaksanakan pada Senin, 22 Juli. Dalam kegiatan tersebut Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Orange FISIP Untirta, sebelumnya  tidak diperbolehkan untuk melakukan liputan. Meskipun LPM Orange adalah pers kampus, pihak panitia menjelaskan adanya aturan terkait  media partner yang harus ditaati.

Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers pasal 4 di dalam ayat 1 disebutkan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara, ayat kedua bahwa terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran, ayat ketiga bahwa untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. bahkan dalam Undang-Undang Dasar Tahun 1945 disebutkan antara lain dalam pasal 28F bahwa setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

Sudah terlihat dengan jelas dalam aturan yang menjelaskan tentang kebebasan pers tersebut,  maka sama  hal nya dengan Pers mahasiswa yang berada di ranah kampus mempunyai hak mengetahui dan menginformasikan pemberitaan seluruh kegiatan atau kejadian yang ada di  kampus.  Namun dalam kegiatan kali ini dirasa seakan adanya sebuah pembatasan. yang dimana, karena adanya sebuah perbedaan asumsi dan perubahan sop terkait media partner pada pihak internal panitia kegiatan tersebut. sehingga menciptakan sebuah kebingungan tersendiri bagi LPM kampus.
Seperti yang diutarakan pihak presiden mahasiwa yang tidak melarang untuk meliput kegiatan tersebut, hanya saja ada aturan  dalam SOP kegiatan tersebut. karena ketika jika membatasi maka ia menganggap dirinya sama saja seperti pada orde Lama.

"Sebenarnya bukan tidak diperbolehkan, tapi ada batasan tertentu untuk yang tidak gabung media partner, yang memang sudah dibuka oleh BEM KBM" Jelas Rafly Maulana, Presiden Mahasiswa Untirta.

Selanjutnya, Rafly menjelaskan bahwa hal ini dilakukan demi menjaga komitmen yang telah dibentuk antara media partner dengan BEM KBM. Namun pihak panitia tidak menutup ruang bagi pers mahasiswa untuk meliput acara tersebut. bahkan yang dari luar pun dibebaskan untuk meliput. Karena adanya hak kebebasan pers.

Tidak sejalan dengan pernyataan Rafly mengenai kebebasan pers, Haikal selaku Koordinator Publikasi Dekorasi dan Dokumentasi menyatakan, harus adanya penyortiran berita yang dirasa layak atau tidak untuk diterbitkan.

"Iya, kalo mau upload berita,  kirim dulu ke gua terus nanti dikirim ke Presma, layak atau nggak untuk diupload beritanya" Pungkasnya.

Permasalahan yang terjadi kali ini, diakibatkan karena adanya perubahan SOP terkait media partner. Diketahui  sebelumnya pada tahun lalu, yang mengatur terkait media partner adalah Panitia HUMAS tapi dialihkan kepada panitia PDD dengan dalih bahwa pada tahun ini adanya  sebuah capaian untuk mendatangkan pemateri yang luar biasa sehingga divisi humas difokuskan untuk surat dan mengurus pemateri dalam kegiatan KPK nanti.  Maka  pada tahun ini divisi PDD menerapkan sistem baru mengenai permintaan kerjasama dengan media partner, tetapi sangat disayangkan karena informasi yang disampaikan hanya melalui instagram stories di akun @bemkbmuntirta dan @kpkuntirta2019.
"Untuk humas lebih fokus pengiriman surat dan pemateri karena taun ini ada capaian pemateri yg luar biasa yg datang ke kampus." Jelas Rafly.

Ia juga sangat menyayangkan karena permasalahan sosialisai informasi kali ini juga akibat dari kesalah pihak internal.
"sebenarnya baiknya mungkin  ada khilaf juga dari internal buat kirim surat, di proposal saya sudah nyuruh. Intruksi PDD buat hubungi internal kampus lembaga pers" Lanjutnya mengklarifikasi.


Reporter : Aul/Liya/Tasyia

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.