Header Ads

[ Osami Edisi 23 ]



Romantika dalam Ilusi

Oleh: Rakyat Histana


"Kau adalah sebuah bendera yang berkibar dalam ruang, bukan diterpa angin, karena berkibar, tapi diterpa ilusi dalam romantika kehidupan"

Dimensi alam itu beragam, penuh dengan cahaya, kilauan sinar, panas karena trik dari realita dan sunyi karena hampa dalam waktu. Beriringan menjadi kawan dalam bangku perkuliahan, sebuah romantika anak kampus

"Sedikit melangit, dalam kata ini. Tapi aku yakin kalian tidak mengerti :( karena aku adalah ilusi bagi mu. Diam dan berontak dalam kegelapan"

Sesat merasa semangat yang tinggi. Tidak terfasilitasi oleh keadaan, kawan yang berproses bersama-sama kini, diluluhlantakkan oleh waktu. Sisa-sisa api yang besar kini menyisakan arang. Hanya menjadi kotoran yang tiada arti, ini adalah hidup.

Semakin terasa sangsi timbul dan tercipta yang di berikan oleh alam dan waktu. Semakin menghimpit tubuh dan memadamkan api semangat. Teori hanyalah goresan yang indah, digaungkan oleh setiap manusia, manusia kerdil, licik dan curang. Selalu mengobrak ngabrik ruang waktu. Tiada kata, hanya tersisa bercakan-bercakan kotor tersirat dalam dinding kehidupan.

Kini adalah masa. Harus mempunyai sikap dan menghantam segala keburukan dalam hidup. Tentang segala kegaduhan, perjuangan, niat dan semesta. Adalah warna-warna kehidupan yang abadi.

Orang-orang di bawah reruntuhan teori
Memaksakan diri agar terlihat seperti tokoh panutan, mencabik-cabik diri dengan segudang buku. Membuat kata-kata yang membangkitkan semangat juang agar menjadi superhiro dalam kelompok.

Superhiro diterpa romantika asmara menjadi lemah dan rapuh, memperlihatkan kepada semua massa agar terlihat tegar. Nyatanya, dia. Mencaci diri nya dengan belati-belati yang dia buat sendiri. Otak semakin tidak terkendali, fana dan hamparan padang menyambut nya. "Mari sini peluk aku, dan nikamti suasana kemewahan yang ada".

Sejiwa itu mengamuk mencoba memutuskan rantai, damai lah oh. Sungguh jiwa ini mengapung terbawa dalam luas nya daratan, bukan lautan.
Memeluk bahu merana, bercucuran air keluar dari setiap lubang.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.