Header Ads

[ Osami Edisi 17 ]

Sumber foto : mistikus sufi

Cinta Karena Ruh Tuhan Dalam Diri


Oleh : Teloka Askara

Setiap orang pasti pernah merasakan jatuh cinta. Entah cinta terhadap manusia, benda, bahkan cinta terhadap pencipta beserta isinya. Cinta dapat dikatakan sebagai sumber kebahagiaan yang membuat kita berhubungan dengan sesama, alam semesta dan Tuhan. Cinta dapat mempengaruhi segala sesuatu, termasuk binatang, tumbuhan, sehingga kapanpun cinta diperoleh harus dipertahankan. Dalam hal ini mungkin banyak orang kesulitan ketika mendefinisikan apa itu cinta. Memang tidak ada yang dapat mendefinisikan kata cinta secara pasti. Apakah cinta hanya dapat dirasakan tapi tak bisa dijelaskan oleh kata-kata dan pikiran?

​Terkesan dengan salah satu perkataan Plato yaitu “at the touch of love, everyone becomes a poet”. Jadi jika sedang merasakan jatuh cinta, seseorang akan menjadi puitis dan mungkin benar bahwa cinta membuat orang menjadi gila. Karena ketika seseorang jatuh cinta, yang ada di dalam pikirannya hanyalah orang yang dicintai dan berbagai cara dilakukan untuk menunjukan rasa cintanya. Jalan berpikir orang yang sedang jatuh cinta akan patah seketika karena cinta memiliki jalan pikirnya sendiri.

​Kalau kata Plato, Cinta itu diibaratkan seperti kereta bersayap dengan dua kuda (hitam dan putih) yang ditunggangi oleh kusir. Kuda dari dua warna tersebut memiliki arti yang berbeda. Kuda hitam dapat melmbangkan dari nafsu yang rendah, dan sementara kuda putih melambangkan dari hasrat dan harga diri. Kusir memiliki arti dari rasio, sedangkan dua sayap adalah cinta itu sendiri. Jadi orang yang sedang mengalami fase cinta ibarat kereta yang dikendalikan oleh akal.

​Mencintai seseorang karena kecantikan paras termasuk cinta karena faktor fisik. Dan ketika orang yang ia cintai sudah  mulai menua, keindahan paras itu mulai terkikis oleh waktu sehingga ia tak lagi mencintai. Mencintai seseorang bukan dilihat dari seberapa cantik dan tampan parasmu, tetapi karena mencintai seseorang karena ada ruh tuhan yang ada dalam diri orang yang dicintai.

​Jika menanamkan cinta dalam diri kita, ia akan tumbuh subur dan sejuk. Jangan menjadikan cinta hanya sebuah lukisan yang terlihat indah tapi tak ada kesan sejuk sehingga timbul adanya krisis cinta. Cinta itu cantik, indah, dan jangan pernah menganggap cinta sebagai ego dan keangkuhan. Ciptakan cinta dari sedarhana, berani, dan bijak.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.