Header Ads

Gagal Akreditasi, Prodi Ilmu Komunikasi Bangkit Kemba

Foto: Sertifikat Akreditasi B Program Studi Ilmu Komunikasi yang berlaku sejak 3 Agustus 2013 sampai 3 Agustus 2018.
Logo Program Studi Ilmu Komunikasi.

OrangeNews – (25/11) Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) kembali mengajukan akreditasi, setelah sebelumnya gagal dikarenakan kesalahan teknis dari berbagai aspek. Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) hanya menilai dari borang pertama yang belum diperbaiki oleh prodi.

“Borang yang pertama itu termasuk yang tergesa-gesa, jadi kita melakukan perbaikan itu menjelang presentasi lapangan. Ternyata tahapan itu tidak berlaku, mereka hanya mengacu pada data borang pertama yang belum ada perbaikan” Jelas Rahmi Winangsih, Ketua Prodi Ilmu Komunikasi.
         
Pengajuan kembali akreditasi ini untuk mengoptimalisasi usaha yang sudah dilakukan. Karena sebelumnya, dengan hasil perbaikan data, pihak prodi hanya sempat mendokumenkan dalam bentuk buku tidak dikirim ke BAN-PT.
Tahap persiapan akreditasi untuk 2018 ini, setelah satu tahun pengajuan sudah 75%. Untuk tim asesor diperkirakan datang pada pertengahan bulan Desember dan jika berkas sudah siap masuk tahap uploud akan dilanjutkan ke dalam tahap presentasi lapangan.

Rahmi mengatakan bahwa proses akreditasi tidak lepas dari kontribusi mahasiswa Ilmu Komunikasi sendiri. Dilihat dari segi prestasi yang diraih oleh mahasiswanya, kepedulian mahasiswa terhadap jurusan ilmu komunikasi dan keterlibatan di Tridarma Perguruan Tinggi seperti menjalankan penelitian, pengabdian dan proses pembelajaran lainnya itu sangat membantu dalam kontribusi untuk proses akreditasi ini.

“Yang perlu ditingkatkan pada prodi ilmu komunikasi adalah sarana dan prasarananya dan juga kualitas seorang dosen dalam proses pembelajarannya yang harus mengedepankan IT diantaranya yaitu penggunaan e-learning” ujarnya.

Rahmi mengharapkan dimasa mendatang setelah proses akreditasi bisa mendapatkan nilai yang unggul dan harus dipikirkan untuk menjamin mutu asia (QA) ditingkat asia serta mengajukan ke sampai tahap internasional yang berbasis Standar Operasional Prosedur (SOP).

Bukan hanya prodi dan tim yang menyiapkan untuk pengajuan akreditasi ini, Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom) sebagai kaki tangan jurusan juga turut berperan aktif dalam proses akreditasi prodi ini yaitu pemberkasan program seperti pengabdian masyarakat yang masih kurang dan belum tersusun dan merapihkan file – file lainnya.

“Kemarin baru aja belum lama sih baru minggu kemarin saya melaporkan semua laporan pertanggung jawaban kegiatan yang telah dilakukan himpunan ke jurusan sebagai bahan kegiatan yang telah dilakukan sama jurusan, karena akreditasi itu bukan tentang kelasnya kayak gimana, dosennya kayak gimana, tapi himpunannya juga seperti apa. Terus kami juga membentuk tim yang membantu jurusan yang setiap harinya seperti merapihkan file, terus kayak bikin catatan – catatan yang belum, kayak menghimpun prestasi – prestasi dari mahasiswa” ujar Risa selaku ketua himpunan.

Selain menjelaskan kontribusi himpunan kepada prodi, Risa selaku ketua himpunan juga menaruh harapan agar Ilmu Komunikasi bisa mendapatkan akreditasi A.

“Harapannya pasti A dan lebih dari kata A bisa Fikom sih, karena kualitas Ikom sudah bagus ya, bukannya kita ingin memisah dirikan dari FISIP tapi memangkan harapan meskipun tidak terlihat nyata tapi harus diungkapkan gitu. Semoga A” ujar Risa

Bukan hanya dari himpunan saja, salah satu mahasiswi Ilmu Komunikasi juga turut memberikan dukungan agar Ilmu Komunikasi mendapatkan akreditasi A. Menurut Suliana mahasiswi ilmu komunikasi 2017, pengajuan akreditasi kembali ini sangat bagus karena nantinya juga akan menguntungkan bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi sendiri. Jika sudah mendapatkan A jurusan Ilmu Komunikasi akan semakin terpandang dan bisa berlanjut dengan mendirikan fakultas sendiri. Ia pun juga berharap agar nantinya jika sudah A bukan hanya sekedar menjadi huruf saja melainkan untuk kedepannya menjadi lebih baik lagi dari segi pengajarannya maupun fasilitasnya.

(Reporter: Prima, Febby, Tasyia, Nova)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.