Header Ads

Thai Tea Sang Primadona Millenial di Tengah Pailit-nya Pelopor Teh Celup

Foto: Sajian teh celup Sariwangi dan Thai Tea kemasan(Sumber foto: Sariwangi/Instagram, Dum-dum Thai drinks/Instagram)


OrangeNews - (20/10) Masuk musim penghujan gini enaknya ngerjain tugas sambil minum apa ya, Oranger? Coklat panas? Kopi, atau teh, nih? 

               Berbicara soal minuman, salah satu yang tersohor di Indonesia ialah; Teh. Minuman yang satu ini tidak perlu diragukan lagi eksistensinya. Karena, minuman satu ini banyak digemari oleh banyak kalangan. Panas atau dingin, keduanya memiliki kenikmatannya masing-masing, sesuai selera. Terlebih teh panas yang cocok untuk menjadi kawan untuk menikmati kudapan ringan.

Bila menyebut rentetan merek dagang teh celup Indonesia, pasti yang paling banyak disebut adalah Sariwangi, merek dagang keluaran PT. Sariwangi Agricultural Estate Agency (Sariwangi A.E.A) yang ada sejak 1972. Namun sayang sekali, Oranger, kini perusahaan rintisan Johan Alexander Supit   produsen teh PT. Sariwangi A.E.A dan anak usahanya yaitu PT. Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (Indorub), akhirnya dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri Jakarta setelah terjerat hutang mahabesar. 

Dilansir dari Tirto.id, hutang piutang ini melibatkan kedua perusahaan tersebut dengan PT. Bank ICBC Indonesia (ICBC). Bermula dari sengketa hutang antara Sariwangi dengan Indorub pada tahun 2015, di mana keduanya memiliki kewajiban untuk melunasi hutang kepada ICBC. Namun, pada prosesnya tidak berjalan dengan lancar, di mana pembayaran hutang bunga hanya dilakukan oleh Indorub, tidak dengan Sariwangi. Karena keduanya terikat perjanjian dagang berdasarkan Cross Default, maka Indorub pun terkena imbas dari ketidak patuhan Sariwangi dalam membayar hutang.  Pembayaran baru dilakukan pada Desember 2017 sebesar Rp500 juta dan berlangsung secara berkala sampai dengan Agustus 2018. Ini pun hanya datang dari pihak Indorub, tanpa ada kepatuhan dari Sariwangi. Pada perjanjian utang berdasarkan Cross Default, yaitu perjanjian tanggung-menanggung alias tanggung renteng, maka jika Sariwangi tidak membayar hutang bunga, Indorub terkena getah untuk membayar. Sehingga, ketika Sariwangi tidak bayar dan melakukan wanprestasi, maka Indorub juga dinyatakan demikian.

Total nominal hutang ditambah bunga hingga 24 oktober 2017 tercatat sebesar Rp322.759 miliar dengan rincian tagihan  Rp288,932 miliar untuk Sariwangi dan sebesar Rp33,827 untuk indorub. Dan kewajiban hutang Sariwangi mencapai Rp1,05 triliun yang berasal dari 5 kreditur pemegang penjamin, serta Rp35,71 miliar untuk Indorub. Hingga saat ini pihak Indorub masih akan mengajukan kasasi atau pembatalan, karena merasa sudah mencicil pembayaran hutang bunga hingga total Rp4,5 miliar. 

Begitulah Pailit-nya perusahaan Pelopor Teh Celup Indonesia karena masalah utang piutang serta Inovasi minuman teh asal Thailand yang sangat amat digemari Generasi Milenial. Namun tak usah khawatir kamu tetap dapat membeli merek dagang Sariwangi, karena telah diambil alih oleh PT. Unilever Indonesia. 

Terlepas dari Pailit-nya perusahaan Pelopor Teh Celup, bila melihat fenomena saat ini eksistensi Teh Celup yang banyak digandrungi oleh generasi pendahulu, tak terjadi pada generasi millenial. Bagaimana tidak, dengan maraknya berbagai jenis produk minuman, baik teh, kopi dan lainnya, terlebih adanya kedai-kedai kopi dengan merek dagang lokal hingga luar negeri yang tersohor. Serta belakangan ini inovasi "es teh susu" asal Thailand yang sangat digandrungi kaum muda pun tak ketinggalan. Betul, Thai Tea kini sudah memasuki pasar Indonesia, terbukti dengan banyak ditemukannya kios-kios penjual Thai Tea di Mal besar hingga pinggir jalan. 

Jika kamu termasuk salah satu penikmat Thai Tea, pasti tau sekali bedanya dengan Teh Celup. Dicampur creamer, susu, dan perasa membuat Thai Tea digemari banyak orang. Namun, rasa tehnya tak terlalu menonjol, karena telah dicampur dengan bahan lain. Selain itu kemasan serta daya jual merek pun mempengaruhi  daya tarik generasi millenial untuk membeli Thai Tea. 

(Reporter: Ega)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.