Header Ads

Pintar Kelola Keuangan Faperta dan PPKn Gratiskan Kaderisasi

Foto: Berlangsungnya kegiatan ospek Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa


OrangeNews – (12/10) Kaderisasi di tingkat Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) bebas dari pungutan biaya, mulai dari tingkat Fakultas hingga jurusan yang meliputi Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) fakultas, ospek jurusan (Osjur) dan Latihan Kepemimpinan (LK) satu dan dua.

"Pemberlakuan kaderisasi bebas biaya di Faperta memang sudah diberlakukan sejak dulu, ketika saya menjadi maba 2014 sudah gratis, sehingga ingin berlanjut kedepannya tiap tahun pengkaderan gratis” ujar Ketua BEM Faperta Untirta, Febri Wahyu Ramadhan pada Rabu (3/10).

Pembebasan pungutan biaya didukung oleh pihak fakultas, dana yang turun merupakan dari dana kemahasiswaan dan dari pihak BEM Faperta mencoba mengelola keuangan tersebut.  Dalam mensiasati pengelolaan keuangan BEM Faperta, Program kerja (Proker) unggulan yang mendapatkan dana lebih diluar dari dana kemahasiswaan dialokasikan ke kaderisasi sehingga cukup untuk menanggung biaya dalam kegiatan kaderisasi. 

Febri, mengungkapkan kegiatan kaderisasi bebas pungutan biaya ini, mahasiswa yang diikuti hampir 99 persen, mengikuti ospek fakultas dan jurusan. Tidak ada alasan mahasiswa yang tidak ikut, keterbatasan biaya menjadi perhatian khusus bagi BEM Faperta sehingga setiap kegiatan kaderisasi bebas pungutan biaya ini agar tidak memberatkan antusiasme mahasiswa. 

Salah satu mahasiswi angkatan 2018 jurusan Perikanan Siti Nurazizah menanggapi, menurutnya organisasi dari Faperta berjalan dengan baik sehingga memungkinkan untuk melaksanakan kegiatan tersebut dengan tidak menggunakan biaya. Tidak hanya itu Siti juga mengatakan, jika dikenakan biaya dengan sejumlah uang takutnya para maba berfikir dua kali untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Tidak hanya Fakultas Pertanian, salah satu jurusan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yaitu Jurusan PPkn yang juga sudah bebas pungutan biaya kaderisasi, untuk ospek jurusan dan Latihan Kepemimpinan (LK). Bayu Rohman selaku Ketua Umum Hima PPKn mengatakan pemberlakuan bebas biaya untuk osjur dan lk baru mulai tahun ini, tahun sebelumnya hanya membebaskan biaya osjur saja. Menurutnya kegiatan tersebut sangat penting, jadi Hima PPKn ingin memberi kemudahan untuk mahasiswa yang ingin ikut serta.

"Kita menginginkan mahasiswa jurusan PPKn ini semangat untuk mengikuti osjur dan lk, selain itu juga sertifikat yang didapat dalam mengikuti kaderisasi tersebut untuk memenuhi syarat mengikuti sidang skripsi nantinya", ungkap Bayu

Sama seperti BEM Faperta dalam mengelola keuangan, Hima PPKn pun melakukan Program kerja (Proker) unggulan yang mendapatkan dana lebih diluar dana kemahasiswaan dialokasikan ke kaderisasi sehingga cukup untuk menanggung biaya dalam kegiatan  kaderisasi. 
Bayu juga berharap, mahasiswa yang mengikuti kegiatan kaderisasi mengembangkan ilmu yang telah diberikan, membalas serta memembuat hima PPKn lebih baik lagi.

Salah satu Fakultas yang masih dipungut biaya ialah Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Cahyo Edi, Selaku Ketua BEM Fisip mengatakan untuk anggaran dana sudah ada, namun tidak besar dan tidak mencukupi. 

"Harapannya ingin menjadi budaya yang keberlanjutan,  hal-hal yang menjadi keresahan bisa diatasi dalam artian disini kita banyak belajar bagaimana mengelola keuangan dalam sebuah organisasi sehingga kita yang diamanahkan ini bisa mengemban amanah tersebut apalagi dalam segi pengelolaan dan tanggung jawabnya arahnya kemana, sehingga mahasiswa yang tidak mampu bisa kita akomodir semuanya. " Ujar Febri

Febri menambahkan, agar kegiatan ini terus berlanjut kedepannya sehingga tingkat antusiame kaderisasi terutama bagi mahasiswa yang tidak mampu membayar kegiatan kaderisasi supaya mengikutinya. Itu lah yang menjadi perhatian BEM Faferta dalam asas kekeluargaan, dimana pihak penyelenggara membantu mahasiswa yang ingin berproses.

(Reporter: Galuh, Nisa) 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.