Header Ads

Merugikan Indonesia, Kegiatan Annual Meeting IMF-WB Tuai Kecaman


OrangeNews - (8/10) Annual Meeting merupakan kegiatan yang diadakan oleh Dewan Gubernur dari International Monetary Fund dan World Bank (IMF - WB). Pertemuan tahunan ini dilaksanakan di Nusa Dua - Bali, pada 8-15 Oktober mendatang. Pertemuan yang akan membahas bidang ekonomi, pembangunan dan isu global lainnya ini dihadiri oleh Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan dari 189 negara yang menjadi anggota IMF-WB. Selain itu, pertemuan ini juga akan dihadiri oleh sektor-sektor swasta, akademisi dan rekan-rekan media. Namun, kedatangan IMF-WB menimbulkan berbagai kecaman dan aksi, terutama dikalangan mahasiswa. 

Sekelompok mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) juga ikut menolak diselenggarakannya Annual Meeting tersebut. Aliansi yang diikuti oleh beberapa organisasi eksternal, seperti Untirta Movement Community (UMC) Banten, Nuansa Daerah Pendidikan (NDP) Banten, Persatuan Pemuda Indonesia (PEPINDO) Banten, AGRA Banten, Serikat Demokratik Mahasiswa Nasional (SDMN) Banten, Barisan Perempuan (Baper) Banten, juga Sekolah Mahasiswa Progresif (SEMPRO) Banten, melakukan aksi di depan gerbang Kampus A Untirta.

Aksi ini bertemakan Junk IMF-WB yang berlatar belakang rakyat untuk menolak dan melawan World Bank dan menghapuskan upah murah buruh serta perampasan lahan pada sektor pertanian.

Abda, selaku humas aksi tersebut mengganggap bahwa World Bank telah menambah hutang Indonesia, selain itu Indonesia juga harus mempertanggung jawabkan hutang tersebut.

Hal ini didukung pula oleh Daffa selaku masa aksi dari SEMPRO.

"IMF-WB ini sangat merugikan apalagi kedatangannya bersamaan dengan bencana Palu - Donggala seakan tidak melihat situasi terkini. Indonesia memang dipinjamkan uang oleh IMF namun Indonesia harus memberikan timbal balik dengan cara memudahkan investor asing datang ke Indonesia" ujarnya.

Sebagai penutup, Abda juga berharap kalau  mahasiswa bisa teredukasi, bahwa lMF-WB merugikan Indonesia dan dapat melakukan pembangunan tanpa bantuan IMF-WB.

(Reporter: Ari/Icha/Tika/Kiki)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.