Header Ads

Guna Parkir Tertib, Kampus Berlakukan Stiker Kendaraan



Foto : Surat edaran, poster yang dipasang dan stiker kartu masuk untirta

OrangeNews – (19/10) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) kembali melakukan upaya meminimalisir parkiran di Kampus A. Kali ini pihak Biro Umum Kepegawaian dan Keuangan (BUKK) menerapkan sistem kendaraan berstiker, jadi kendaraan yang bisa memasuki parkiran kampus hanya kendaraan berstiker yang sudah disediakan oleh pihak BUKK.

Untuk terlihat nyaman dan lengang, akhirnya dibuatlah kebijakan ini agar membatasi kendaraan baik mobil atau pun motor yang memasuki area parkir kampus. Karena kendaraan yang masuk melebihi kapasitas area parkir yang hanya bisa menampung seribu kendaraan saja.

BUKK menerangkan bahwa setiap dosen atau karyawan mendapatkan jatah satu stiker. Sementara untuk mahasiswa hanya dijatah sebanyak seribu stiker dan hanya berlaku untuk kendaraan motor saja. Pihak BUKK menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Kemahasiswaan dan BEM untuk bagaimana sistematika pemberian stiker tersebut kepada mahasiswa. Bagi kendaraan tamu atau undangan bisa memasuki area parkir kampus dengan catatan izin terlebih dahulu kepada pihak keamanan kampus.

Untuk stiker itu sendiri, ada dua macam desain yang membedakan, stiker untuk dosen atau karyawan berbentuk label kotak, sedangkan untuk mahasiswa berbentuk label oval. Stiker ini tidak dipungut biaya sama sekali.

Karena adanya pembatasan kendaraan yang masuk ke wilayah kampus, jadi bagi kendaraan yang tidak mendapatkan stiker bisa memarkirkan kendaraannya di parkiran depan kampus. Namun, saat ditanyakan kepada pihak BUKK ternyata parkiran depan kampus bukan termasuk tanggung jawab pihak kampus lagi, karena sudah tidak adanya kerja sama dengan pengelola.

“Parkiran di depan sudah milik orang lain, sama kita sudah putus kerjasama, karena memang dulu sempat ada deadlock (red: jalan buntu) terkait dengan kontrak, mereka meminta (red: bayaran) tinggi, kita hanya sanggupnya di bawah itu, jadi akhirnya deadlock, yaudah gak jadi,” ucap Deden, selaku kepala BUKK. Kebijakann baru ini sudah berjalan sejak tanggal 15 Oktober 2018, namun Deden masih meragukan untuk menerapkan kebijakkan ini ke depannya.

“Saya masih ragu kalau untuk ke depan, karena kan semakin hari kendaraan makin banyak, ini kan hanya bentuk pembatasan, hanya bentuk solusi kita. Kalau memang stiker ini belum efektif kita cari solusi lain gitu. Kita lihat sampai mana nih. Karena kita bikin stiker ini  sebenarnya hanya untuk membuat kampus nyaman jadi mobil gak teralalu banyak, motor gak terlalu banyak” jelas Deden

Deden juga menjelaskan bahwa setiap tanggal 17 akan diadakan car free day, semua kendaraan tidak boleh masuk ke dalam area parkir kampus kecuali kendaraan pimpinan. Dalam kebijakkan ini terdapat berbagai macam pendapat mahasiswa salah satunya Bambang Gunawan, Ilmu Komunikasi 2015

“Kalau menurut saya itu lumayan efektif, tau sendiri kalau di kampus lumayan macet karena parkiran, itu jadi strategi mengurangi macet. Mungkin untuk pengendara yang lain kalau gak punya stiker agak nyusahin juga kayak dipersulit gitu” ucap Bambang

Selain adanya kebijakan tersebut, Kampus A Untirta juga melakukan perbaikan trotoar dimana saat ini menjadi lebar dan tinggi. Ada dua alasan mengapa trotoar di rubah menjadi lebar dan tinggi. Pertama, untuk memberikan kesempatan pejalan kaki yang berinteraksi dipinggir jalan agar tidak terganggu oleh kendaraan. Kedua, untuk menghindari kendaraan yang parkir di trotoar, karena sebelumnya ada yang memarkirkan kendaraannya di trotoar,  untuk menghindari itu pihak kampus mengubah trotoar menjadi tinggi.

Perbaikan sarana prasarana yang sedang di lakukan ini juga guna mendukung penilaian kampus yang akan dinilai oleh tim asesor, yaitu Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) pada bulan depan.

(Reporter: Febby/Nova)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.