Header Ads

Agar Nyaman Bekerja, Rektorat Lakukan Pembenahan Ruang

Foto : Kondisi Pembenahan di dalam Gedung Rektorat


OrangeNews – (19/10) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) kembali melakukan pembenahan ruangan di dalam Gedung Rektorat. Pembenahan kali ini, dilakukan di ruangan Biro Akademik Kemahasiswaan dan Perencanaan (BAKP), Biro Umum Kepegawaian dan Keuangan (BUKK) serta di ruang tengah yang dibuat untuk ruang resepsionis. Pembenahan dilakukan karena faktor kebutuhan dan kenyamanan untuk Staf yang bekerja. Pun, untuk ruang resepsionis dibuat supaya lebih terkoordinir ketika ada keperluan dengan petinggi kampus.

“Pertimbangannya kebutuhan. Yang artinya, biar kerja itu nyaman, ya seperti apa. Jangan sampai kerja acak-acakan. Kalo resepsionis itu kan, kita selama ini suka bingung kalo ada tamu. Kita punya security di depan, Cuma gak efektif. Kadang masih ada yang keluar masuk tanpa izin. Jadi, kita buat ruang resepsionis” Jelas Deden, Kepala BUKK (18/10).

Pembenahan ulang gedung rektorat diagendakan akan rampung pada awal November mendatang. Serta pelayanan resepsionis yang akan beroperasi di bulan yang sama. Deden menjelaskan, akan ada sistem yang berbeda nantinya. Dimana akan ada ruang khusus yang difungsikan sebagai ruang penerimaan tamu. 

Namun, sebenarnya jika menilik lebih dalam mengenai fasilitas kampus, tidak sedikit jumlah ruang belajar yang kondisinya kurang baik. Masih banyak ruang kelas yang harusnya dilakukan pembenahan agar mahasiswa dapat belajar dengan suasana yang kondusif. Seperti misalnya keadaan ruang kelas di Gedung A yang keadaannya jauh dari standard kelayakan ruang belajar.

Hal ini, mendapat respon dari mahasiswa. Salah satunya Arieldha, Mahasiswi Ilmu Komunikasi. Menurutnya, gedung rektorat sudah banyak dilakukan pembenahan dan selalu rektorat yang diperbaharui. Dengan dalih bahwa yang pertama kali dilihat dari kampus adalah depannya (red:gedung rektorat).

“Kenapa gak mentingin yang rusak daripada yang jelek. Kalo yang jelek masih bisa digunakan, kenapa harus dibagusin lagi. Sedangkan ada yang rusak. Kalo rusak kan berarti sudah tidak layak pakai dong. Banyak banget fasilitas yang harus diperbaiki seperti fasilitas yang ada di Gedung A. Ya, yang seperti kita tahu lah. Gedung A itu tidak bisa dibilang bagus atau tidak bisa dibilang layak, sih. Dengan mengingat temboknya aja triplek gitu kan” Paparnya.

Menanggapi hal tersebut, Deden mengatakan bahwa ruang kantor dan ruang perkuliahan itu beda kegunaannya dan memiliki standarnya masing-masing. Namun, hingga saat ini ia mengakui untuk sarana dan prasarana memang belum maksimal.

(Reporter: Aulia/Prima/Tasyia)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.