Header Ads

Groundbreaking Kampus Untirta Sindangsari Yang Kesekian Kalinya

Foto : Suasana acara groundbreaking 


OrangeNews(27/9) - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melaksanakan peletakan batu pertama pada Rabu (26/9) di Kampus Sindangsari. Seperti yang diketahui groundbreaking ini sudah kedua kalinya dilakukan sejak 2016 silam. Kampus Sindangsari yang dicanangkan akan rampung 2019, faktanya hingga kini gedung-gedung perkuliahan belum berdiri sepenuhnya.

Upaya untuk tercapainya pembangunan kampus utama di Sindangsari, pemerintah dan pihak Untirta meminta bantuan dana kepada Islamic Development Bank(IsDB) yaitu lembaga keuangan internasional yang memberikan pinjaman untuk proyek produktif dalam pembangunan ekonomi dan sosial. Kerjasama ini baru tercapai tahun 2018. Tercatat dalam kontrak, dana yang dipinjamkan sebanyak 441 Milyar dan akan dilunaskan dalam kurun waktu 25 tahun. 

"Pemerintah yang mengatur sistem pengembaliannya, yang jelas dalam kontrak 441 milyar dan itulah nilai yang sementara diakui sebagai hutang," ujar Agung Sudrajat selaku pengurus IsDB Untirta

Melihat agenda peletakan batu pertama yang dilakukan lebih dari satu kali, Wakil Rektor 1 (WR) bidang akademik, Fatah Sulaiman pun menanggapi.

"Kalau groundbreaking yang sekarang itu karena kontraknya sudah positif. Jadi saat ini akan dimulai pembangunannya. Kalau yang sebelumnya itu baru ceremonial saja bahwa kita akan mendapatkan bantuan pembangunan dari IsDB".

Tersepakatinya dana pinjaman ini merupakan awal mula pembangunan kampus Sindangsari secara keseluruhan, yang direncanakan akan rampung dalam 22 bulan. Terdapat tiga bangunan yang diprioritaskan yaitu gedung serba guna, laboratarium terpadu, dan rektorat. Ketiga bangunan tersebut ditargetkan akan selesai tahun 2019. Delapan gedung lainnya akan dibangun secara bertahap. 

Berdasarkan dana pinjaman yang didapatkan, Untirta harus memberikan umpan balik yang ditandai dengan kapasitas mahasiswa yang tertampung meningkat, jumlah dosen S3 bertambah, juga fasilitas harus memadai. Selain itu akreditasi harus terus ditingkatkan. 

"Akredirasinya harus meningkat. Sekarang Kita target mendapat A. Makanya sekarang kita sudah memantau agar akreditasinya A," ungkap Fatah Sulaiman.

Agenda peletakan batu pertama yang dilakukan kesekian kalinya ini, ditanggapi oleh mahasiswa Untirta semester 5, Siti Nurdiyanah. "Cukup menyayangkan aja gitu sampe ada peletakan batu pertama yang kedua kalinya, karena kan setelah peletakan batu pertama itu harusnya pembangunan ditindaki lebih lanjut. Ya semoga setelah ini proses pembangunan lebih diperhatikan, rencana pembangunan yang sudah dicanangkan agar terlaksana dengan baik tanpa ada kendala dan selesai tepat pada waktunya." 

(Reporter: Ida, Liza, Liya, Khoirul, Ari, Kiki)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.