Header Ads

Ikut Serta Dies Natalis Untirta, Perpustakaan Kampus Tak Beroperasi


Foto : Pengumuman yang dipasang didepan perpustakaan dan tampak depan perpustakaan


OrangeNews (28/9) – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) sedang mengadakan rangkaian acara tahunan untuk memperingati Dies Natalis, dimana tahun ini menginjak usia ke 37.  Dies Natalis tahun ini dilengkapi dengan kegiatan Job Fair  yang diikuti oleh 13 perusahaan yaitu Bank BNI, Bank Mandiri, Bank Banten, Forum Komunikasi Personalia Tangerang (FKPT), PT. Adiwisesa, PT. BICC (Berca Cables), PT. Toyota, Indomart, Alfamart, Perusahaan Vortex Endoplasma, PT. Sanken, dan sebagainya. Kemudian ada juga Pameran Kewirausahaan yang bersifat free of cash untuk mahasiswa dari seluruh fakultas dan rangkaian acara lainnya.

“Peserta yang sudah daftar melalui link itu ada 600 peserta, cuma yang datang di hari pertama dan kedua ada 300 peserta. Untuk pameran kewirausahaan kita menyediakan 6 stand free of cash dan 25 stand UMKM” ujar Liza Mumtazah Damarwulan selaku Koordinator Job fair & Pameran Kewirausahaan. 

Kegiatan ini diikuti pula oleh staf – staf yang berada di kampus salah satunya staf perpustakaan Untirta, namun keikutsertaan dari staf perpustakaan ini membuat perpustakaan tutup atau tidak beroperasi pada Kamis (27/9) mulai pukul 09.00 s/d selesai.

“Karena dalam rangka memeriahkan Dies Natalis yang ke 37, saya sebagai alumni menghimbau kepada kawan – kawan, cobalah yang namanya Dies atau misalkan PABI atau PABN itukan setahun sekali kalau kegiatan layanan kan itu setiap hari. Makanya saya bilang ke kawan – kawan apakah kawan – kawan PNS atau misalkan alumni yang ada didalam almamater itu, ini kan almamater kita gitu setahun sekali masa tidak bisa meluangkan waktu dalam rangka Dies” ujar Udin selaku Kepala Perpustakaan, pada Kamis(27/9).

Udin juga menjelaskan jika tutupnya perpustakaan ini karena ada dua pertimbangan. Pertama, kurangnya tenaga SDM dan kedua, perpustakaan tutup hanya berlaku untuk hari Kamis, 27 September 2018 tetapi jika pihak perpustakaan masuk kedalam final di perlombaan yang terselenggarakan mungkin saja perpustakaan akan kembali tutup.

Tutupnya perpustakaan diakui mahasiswa kurang adanya informasi yang menerangkan bahwa perpustakaan sedang tutup. Hal ini terbukti ketika banyak mahasiswa yang datang untuk mengunjungi ke perpustakaan, namun tidak mengetahui bahwa perpustakaan ditutup sementara. Walaupun ada selebaran pengumuman yang ditempel di salah satu kaca gedung perpustakaan, tidak membuat mahasiswa tahu karena letaknya yang kurang strategis.

Salah satunya Lina, mahasiswi jurusan Pendidikan Biologi, ia mengaku bahwa tidak mengetahui jika perpustakaan tutup. Lina juga sangat menyayangkan ditutupnya perpustakaan ini, karena menurutnya menghambat mahasiswa untuk meminjam buku dan merasa dirugikan.

“Rugi bangetlah, maksudnya ya gak ada hubungan juga gitu kalau Dies Natalis jalan aja perpus jalan aja kan ini buat akademik juga kan keganggu jadinya. Terus kenapa harus ditutup hubungan sama Dies Natalis apa? Mending perpus dibuka aja kasian yang lagi membutuhkan perpus,” ujar Lina.

Minimnya informasi membuat mahasiswa tidak sepenuhnya mengetahui tentang penutupan perpustakaan dan membuat mahasiswa menunggu di depan perpustakaan. Padahal, menurut penjelasan Liza Muntazah, kegiatan Dies Natalis ini tidak mewajibkan atau memaksakan pihak untuk mengikuti atau berpartisipasi.

(Reporter: Febby/Nova/Prima)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.