Header Ads

UKM Festival 2018, Dua UKM Tak Diikutsertakan

Foto : SK Mentri untuk Menwa serta Mahasiswa baru yang mengikuti UKM Festival hari kedua.

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Festival yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Untirta telah memasuki hari kedua. Ada 84 kelompok yang mengikuti kegiatan hari ini, yaitu kelompok 86 sampai 170. Terdapat 14 UKM yang menunjukkan eksistensinya, namun ada dua UKM yang tidak mengikuti kegiatan tersebut, yaitu Resimen Mahasiswa (Menwa) dan Kewirausahaan.

"Kami tidak diundang, jadi tidak dapat mengikuti UKM festival," ujar Ghulam Abdul Matien selaku sekretaris umum UKM kewirausahaan.
Pernyataan tersebut pun ditambahkan oleh Komandan Satuan Menwa, Ardi mengatakan tidak mengetahui alasan sebenarnya yang mendasari, kenapa Menwa tidak diikutsertakan dalam UKM Festival.

Namun Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) memiliki alasan tersendiri mengapa kedua UKM tersebut tidak mengikuti UKM Festival. 

"Sampai hari ini kedua lembaga tersebut tidak memenuhi apa yang dilakukan untuk menjadi UKM, yang akhirnya MPM dalam musmanya tidak mengetuk palu mengesahkan adanya UKM baru, mereka langsung saja ke atas(red: rektorat), tanpa sepengatahuan KBM Untirta," jelas Azhar Ghazali selaku ketua DPM KBM Untirta.

Dia juga memaparkan sistematika menjadi UKM. Dimana sebelum terbentuk UKM harus menjadi Lembaga Semi Otonom (LSO) terlebih dahulu dibawah naungan BEM, yang nantinya akan diproses dan dididik, serta harus memiliki persetujuan berupa tanda tangan dari 14 ketua UKM yang ada. Tetapi menurut keterangan Azhar, kedua UKM tersebut belum memenuhi persetujuan, karena hanya memiliki beberapa tanda tangan saja. Namun pihak UKM Kewirausahaan mengklaim  bahwa mereka telah memiliki 14 tanda tangan sebagai tanda persetujuan dari UKM yang telah ada sebelumnya.

"Sebenarnya kami sudah memiliki 14 tanda tangan dari ketua UKM lewat sebuah forum. Kita juga sudah koordinasi dengan pihak DPM periode sebelumnya, tapi ujung-ujungnya gitu-gitu aja(red: tidak ada kejelasan) sampai DPM sekarang " imbuh Ghulam

Menwa telah didirikan pada 2012 dan sempat mengalami stagnansi, namun aktif kembali pada awal tahun ini karena telah menunjukkan eksistensinya sejak dua tahun terakhir, dibuktikan dengan SK kementrian pertahanan NO.KB/11/XII/2014. Menwa adalah kegiatan mahasiswa yang disarankan oleh pemerintah dalam pendidikan bela negara dan pengimplementasian nilai-nilai bela negara, nilai empat pilar kebangsaan serta merupakan cadangan komponen pertahanan negara yang diberikan pelatihan ilmu militer.

Sedangkan UKM Kewirausahaan sendiri berawal dari sebuah komunitas yang ada sejak September 2015. Sekretariat Kewirausahaan bertempat di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) B. Kewirausahaan berbeda dengan kokesma, karena Kewirausahaan merupakan tempat belajar untuk menjadi seorang wirausaha, sedangkan Kokesma lebih berbasis koperasi dan sosialis. 

Kewirausahaan dan Menwa dikukuhkan bersamaan dengan pelantikan 14 ketua UKM yang ada, pada 20 Februari 2018. 
Dilain pihak DPM KBM Untirta enggan menyebut keduanya sebagai UKM.

"Saya nggak mau bilang itu UKM ya, karena memang semua yang berurusan dengan mahasiswa harus ditempuh dengan jalur mahasiswa. Sampai saat ini kedua lembaga tersebut tidak mengajukan ingin menjadi UKM" jelas Azhar Ghazali. Walaupun demikian kedua UKM tersebut tetap berharap dapat ikut serta dalam kegiatan UKM Festival di tahun yang akan datang.

"Alangkah baiknya ngajak ngajak, kalau pun tidak ya ngga masalah tapi setidaknya duduk bareng-bareng lah toh kita sama sama mahasiswa," kata Ardi.

Ghulam juga menambahkan keinginannya untuk berpartisipasi, namun apabila tidak pun tak masalah, selama UKM  Kewirausahaan berprestasi, maka mahasiswa baru pun akan mengenalinya.

(Reporter: Nida/Ega/Dea/Tika)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.