Header Ads

Tanamkan Pendidikan Karakter Bangsa Melalui SPOK 2018

Foto : Suasana saat berlangsungnya acara SPOK 2018

OrangeNews - (16/08) Kegiatan Seputaran Pengenalan Organisasi Kampus (SPOK) yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (BEM FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) berlangsung selama 2 hari, yaitu 16-17 Agustus 2018 di Kampus C Untirta, Ciwaru-Serang. Acara ini bertujuan untuk mengenalkan ruang lingkup yang ada di FKIP Untirta. Tema besar yang diangkat pada SPOK kali ini mengenai pendidikan karakter kebangsaan.

Menurut Taufik Hidayat, selaku ketua pelaksana, tema tersebut diangkat karena pesatnya perkembangan zaman di negeri ini, sehingga karakter kebangsaan warga Indonesia sudah hampir luntur, maka dari itu SPOK kali ini lebih ditanamkan rasa kebangsaan.

"Cara kita menanamkannya selain dari materi yang diberikan memang mengenai karakter kebangsaan itupun kita konsep dalam rangkaian acara mulai dari acara TM dan mentoring itu kita isi dengan muatan muatan yang memang lebih menekankan selain kepada dunia pendidikan juga mengenai karakter kebangsaan. Dan juga tujuan utama dari acara ini adalah bagaimana mahasiswa baru mengetahui, memahami, mengamalkan, juga mengimplementasikan dalam artian mahasiswa baru Untirta mampu memiliki karakter bangsa Indonesia yang berperan aktif dalam mempertahankan karakter bangsa Indonesia," imbuh Taufik Hidayat. 

SPOK 2018 ini merupakan kali pertama diselenggarakan di Kampus C Untirta. SPOK sebelumnya diadakan di Kampus A. Hal itu dilakukan karena terdapat hambatan-hambatan yang dirasakan oleh panitia penyelenggara, salah satunya anggaran yang sangat terbatas di mana hampir semua Fakultas merasakan hal tersebut.

"Kali ini FKIP mendirikan panggung sendiri, mendirikan tenda sendiri dan ini tidak murah untuk mengadakan acara sebesar ini, karena pertama anggaran yang cukup terbatas, hanya sekitar 70 juta yang masuk ke kita dan pemasangan tenda pun hampir 40 juta dan itu sisanya kan belum kepotong pajak dan anggaran-anggaran lain diluar tenda yang harus kita back up semacam konsumsi yang banyak, paling yaa lebih ke anggaran sih yang tidak sesuai menurut kita," ujar Aziz Fauzi, ketua BEM FKIP. 

Sama halnya seperti pada acara Kegiatan Pengenalan Kampus (KPK), pada SPOK juga tak sedikit mahasiswa baru yang mengeluhkan peraturan-peraturan yang diberikan oleh Pasukan Disiplin Kampus (PDF) terutama pada pernyataan PDF selalu benar. 

"Kalo dari poin-poin peraturan yang diberikan PDF yang saya merasa keberatan sih, poin PDF selalu benar. Mungkin dalam peraturan itu kita semua terima, tapi adakalanya PDF juga harus menyadari bahwa mereka tidak selalu benar, jadi jangan mentang-mentang ada peraturan seperti itu, ya sadar diri lah jangan selalu merasa benar, kita butuh bimbingan bukan butuh dimarah-marahin," ujar Aidil Raji Bayu, mahasiswa baru Pendidikan Luar Sekolah.

Pada SPOK ini juga tidak hanya diikuti oleh 18 jurusan saja, melainkan ditambah oleh satu jurusan baru untirta yaitu D3 Keperawatan. Untuk tahun 2018 ini memang secara administratif D3 Keperawatan masuk ke dalam FKIP Untirta karena FKIP dianggap lebih siap untuk menerima jurusan D3 Keperawatan. Namun tidak selamanya D3 Keperawatan masuk ke dalam FKIP karena D3 Keperawatan menginduk di FKIP hanya sementara sebelum diadakannya Fakultas berbasis kesehatan yang lebih pantas untuk menaungi D3 Keperawatan.

(Reporter : Affandi/Cita/Fitri/Devi)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.