Header Ads

[ OSAMI EDISI 16 ]


Tidak ada lagi keistimewaan tiap kali ku membuka mata. Dari jendela aku melihat ranting yang dengan pasrah menjatuhkan dirinya di sela rerumputan. Suara ayam berkokok terdengar memaksa menghilangkan kesunyian. Mentari tampak lesu memancarkan cahaya kehidupan. Semestaku kini dirundung keheningan. 

Pagi terasa hampa. Bagaimana aku bisa baik baik saja usai kepergianmu yang meninggalkan luka. Sosokmu selalu menyelinap hangat pada ruang tak kasat mata. Kenangan tentangmu selalu membara dalam hati yang penuh siksa. Aku pikir aku akan baik baik saja tanpamu. Namun hari hari ku bisu sejak kau tak lagi denganku.

Selepas engkau pergi, aku tak lagi menjadi berarti. Adakah inginmu tuk kembali?

(Oleh: Eksatania - Ilmu Komunikasi 2016, Untirta)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.