Header Ads

Problematika KPK 2018, Dari Spanduk hingga Kepanitiaan

Spanduk yang terpajang di halaman kampus A Untirta pada Rabu (25/7) / dokumen pribadi

OrangeNews- Terjadi kesalahpahaman antara pihak Rektorat dan BEM KBM Untirta mengenai pemasangan spanduk yang terpajang di halaman kampus A Untirta pada Rabu (25/7) yang bertuliskan “Dilarang Ada Kegiatan Mahasiswa Baru Yang Dilaksanakan Sebelum Maupun Sesudah Kegiatan Pengenalan Kampus (KPK) Tanggal 13-16 Agustus 2018”. Padahal mulai tanggal 25 juni-14 Agustus mulai dilaksanakannya rangkaian kegiatan KPK, seperti Technical Meeting, Mentoring, Pra KPK hingga acara inti KPK.

Hal ini dibenarkan oleh Wakil Presiden Mahasiswa Untirta, Gandhi Fathurrahim. “Telah saya klarifikasi memang hadir ataupun lahir dari interupsi langsung dari pihak Rektorat, karena memang hari ini pun kita sedang melakukan rapat sinkronisasi di LPPM bersama  Dekan fakultas dan pelaksana tiap-tiap birokrasi yang ada di Fakultas maupun Universitas, beserta saya ikut sertakan BEM Fakultasnya agar semuanya itu klir.” Jelas Gandhi saat diwawancara di depan Gedung PKM A Untirta Serang, Kamis (26/7).

Pihak BEM KBM Untirta ingin mengklarifikasi maksud dan tujuan dari pemasangan spanduk tersebut. Rektor bersifat reaksioner karena ada beberapa kesalahpahaman yang terjadi, sehingga pihak rektorat membuat spanduk tersebut. “Saya rasa itu tidak bisa dijadikan contoh atau teman-teman mahasiswa untuk  bersifat reaksioner seperti itu, makannya hari ini kita sedang melakukan klarifikasi dan menemukan jalan keluar atas kegiatan KPK baik di universitas maupun Fakultas biar sama-sama selesai.” Tambah Gandhi.

Wakil Ketua Pelaksana KPK 2018, Gustriana, menambahkan bahwa sejauh ini mereka selalu berkoordinasi secara resmi dengan seluruh institusi Untirta maupun dengan pihak rektorat dari segi konsepan, tanggal pelaksanaan KPK maupun para pemateri yang akan di datangkan.

Isu yang beredar bahwasanya panitia KPK 2018 banyak yang mengundurkan diri dari kepanitiaan tanpa ada kejelasan. Seiring beredarnya isu tersebut, koordinator Mentor KPK 2018, Deden Nurkholis, memberikan klarifikasi mengenai panitia yang mengundurkan diri bukan hanya mentor tetapi yang lainnya juga ada, masalah mentor yang mengundurkan diri bukan karena masalah salah paham atau koordinasi, tetapi masalah mentor yang terpilih ternyata ada banyak pekerjaan yang mereka harus lakukan, rencana lainnya mereka harus mencari penggantinya sendiri, yaitu orang kepercayaan atau teman dekat yang sebelumnya sudah dibekali dan diberikan pengarahan serta pembekalan mentor. (27/7) 

Namun dalam klarifikasi tersebut, terjadi perbedaan pendapat antara koordinator mentor KPK dan wakil ketua pelaksana. Gustriana tidak membenarkan adanya panitia yang mengundurkan diri. “Itu tidak benar sampai saat ini masih sama jumlahnya, mungkin kehadiran kepanitiaan terhalang adanya SP dan KKM.”

Wapresma Untirta berharap besar lewat acara KPK, yang merupakan momentum sakral dengan memperkenalkan mahasiswa baru pada dunia kampus, lewat proses pra-KPK, KPK, dan paska-KPK ini bisa melahirkan mahasiwa yang sadar akan terhadap kehidupan ataupun realita yang ada di kampus. Dirinya menambahkan pernyataan secara pribadi, bahwa ia berbeda dengan mahasiswa lain (kampus lain) karena memang di kampus Untirta dituntut oleh keadaan dan situasi untuk berpikir kritis dan menganalisa keadaan sosial yang ada di kampus.

Mungkin berbeda dengan temen-temen kampus lain yang memang dari segi sarana prasarana, fasilitas yang lengkap, ya mereka mungkin tidak memikirkan hal yang seperti teman-teman yang ada di Untirta, seharusnya sebagai mahasiswa karna memang secara historis pernah menurunkan rezim pemerintahan, ya lewat ajang KPK ini bisa menimbulkan atau bisa  melahirkan teman-teman seperjuangan ataupun melahirkan mahasiswa sebagai tonggak estafet kehidupan paling tidak mereka bisa menganalisa situasi keadaan yang ada di kampus, untuk tahapan KPK itu sudah sangat wah gitu.” Tutup Gandhi. 

(Reporter: Didi/Nisa/Tanti)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.