Header Ads

Ketidakhadiran Dosen Paling Tinggi, FISIP Klarifikasi

 Sumber foto : web fisip-untirta.ac.id

Orange News (19/7) - Monitoring kehadiran dosen yang dilakukan oleh Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjamin Mutu (LP3M) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menghasilkan output data yang menunjukkan persentase ketidakhadiran dosen dari setiap fakultas. Adapun besaran persentasenya ialah; Fakultas pertanian 8%, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 9%, Fakultas Ilmu Hukum 12%, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 16%, Fakultas Teknik 24% serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan angka 31%. Dalam hal ini FISIP menempati skala terbesar dalam persentase ketidakhadiran dosen yang di mana menuai banyak tanda tanya,  mengapa bisa menembus angka 30%. 

Menurut Rusmana ketua LP3M Untirta, monitoring dilakukan pada minggu ke-2 dan ke-4 awal perkuliahan semester genap 2017/2018. Beliau pun mengatakan bahwa data tersebut valid, karena memang datanya yang diunggah langsung oleh staff dari masing-masing jurusan. 

"Dari empat belas pertemuan hanya dua kali saja, kemudian setiap hari jumat staff jurusan mengirim laporan kehadiran dosen ke sistem LP3M yang ada di web. Setelah itu diolah, olahannya itu, itulah adanya dan itu sudah diperiksa, kan ada operator yang menerima laporannya. Khawatir dia mengirim double misalkan, itu sudah dicek"  ujarnya (10/7).

Menanggapi hal tersebut kepala Gugus Penjamin Mutu (GPM) FISIP, Ismanto atau yang biasa dikenal dengan sebutan Romo Gandung, mengatakan bahwa terdapat kekeliruan dari data yang sudah divalidasi, di mana FISIP melakukan double input data. 

"Jadi, Universitas melakukan input data, kemudian data kita juga diinput. Sehingga terjadi duplikasi. Nah, duplikasi itu yang kemudian menyebabkan angka kita menembus 30%, harusnya tidak seperti itu. Realitanya itu kita hanya 13%" Ungkapnya.

Data tersebut merupakan data lama dari hasil monitoring yang diambil sampel hanya dihari pertama kuliah semester genap 2017/2018, dan kegiatannya tidak dilakukan dalam satu hari penuh, melainkan hanya pada dua rombongan belajar pertama (Pukul 7:30 s/d 10.00 dan 10.00 s/d 12.00). 

"Data itu tentu tidak bisa digunakan untuk melakukan penilaian secara keseluruhan terhadap kinerja dosen, prodi, apalagi fakultas. Karena cuma satu hari dan konteksnya monitoring kesiapan perkuliahan" Jelas Beliau.

Menepis perkataan Rusmana, Romo Gandung mengungkapkan bahwa validitas data itu sangat diragukan. Karena terdapat kesenjangan sistem untuk menilai kehadiran dosen, efektifitas finger print pun tidak berjalan sebagaimana mestinya.

"Nah, sehingga kesenjangan ini secara sistem tidak bisa dijamin keabsahannya/validitasnya, sehingga di kita ada banyak parameter yang dipakai" Tutup Romo Gandung.

(Reporter: Prima/Fuji/Tasyia)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.