Header Ads

Tanda Tanda Malam Lailatul Qadar

(sumber foto : kaskus)

Oranger, tidak terasa kita sudah sudah menjalani ibadah puasa kurang lebih tiga minggu lamanya. Bulan Ramadan merumakan Bulan Suci yang datang setahun sekali selama satu bulan, di dalam bulan yang suci ini terdapat malam yang mulia. Menurut berbagai riwayat, malam yang digadang-gadang oleh seluruh umat Muslim di dunia ini datang pada 10 hari terakhir bulan Ramadan, khususnya di tanggal-tanggal ganjil.

Malam tersebut adalah Malam Lailatul Qadar, Malam Lailatul Qadar adalah malam yang dimuliakan Allah SWT, yang nilainya lebih baik daripada 1.000 bulan atau 30.000 kali malam biasa. Pada malam itu malaikat-malaikat Allah turun ke Bumi untuk mengatur segala urusan.

Malam Lailatul Qadar sangat dinanti karena memiliki kedahsyatan luar biasa. Barangsiapa mendapatkan malam Lailatul Qadar maka Allah akan mengabulkan setiap doa yang dipanjatkan kaum muslimin. Tak hanya itu Allah juga akan menghapus dosa bagi orang yang mendapatkan malam tersebut.

Akan tetapi, sebelum berburu malam Lailatul Qadar terlebih dulu orang-orang muslim mengetahui tanda-tanda datangnya malam istimewa itu.

Tanda-tanda yang mengikutinya malam Lailatul Qadar yaitu, matahari yang terbit pada pagi hari tidak membuat silau. Sinarnya bersih tidak seperti hari-hari biasa. "Matahari terbit pada hari itu tidak membuat silau". (HR Muslim).

Lalu bagaimanakah tanda-tanda yang benar berkenaan dengan malam yang mulia ini ? Nabi shallallahu’alaihi wa sallam pernah mengabarkan kita di beberapa sabda beliau tentang tanda-tandanya, yaitu:
1. Udara dan suasana pagi yang tenang.
Ibnu Abbas radliyallahu’anhu berkata: Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah” (Hadist hasan)
2. Cahaya mentari lemah, cerah tak bersinar kuat keesokannya.
Dari Ubay bin Ka’ab radliyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Keesokan hari malam lailatul qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan” (HR Muslim)
3. Terkadang terbawa dalam mimpi.
Seperti yang terkadang dialami oleh sebagian sahabat Nabi radliyallahu’anhum
4. Bulan nampak separuh bulatan.
Abu Hurairoh radliyallahu’anhu pernah bertutur: Kami pernah berdiskusi tentang lailatul qadar di sisi Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam, beliau berkata,
“Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.” (HR. Muslim)
5. Malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan).
Sebagaimana sebuah hadits, dari Watsilah bin al-Asqo’ dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam: “Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)” (HR. at-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan)
6. Orang yang beribadah pada malam tersebut merasakan lezatnya ibadah, ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada Rabb-nya tidak seperti malam-malam lainnya.
(Reporter: Meydiana Rosha)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.