Header Ads

Ketan Bintul, Kudapan Nikmat Saat Ramadan

                                                               Foto : Sajian Ketan Bintul


OrangeNews- Asriah, merupakan satu dari banyak warga Kota Serang yang berdagang ketika bulan Ramadan tiba. Jenis dagangan yang dijual Asriah pun masuk dalam kategori makanan, ia memilih jualan Ketan Bintul, sebuah kudapan khas Kota Serang yang hanya dapat ditemui setahun sekali, yakni hanya pada bulan Ramadan saja.

Berdasarkan riwayatnya, ketan bintul dulunya merupakan santapan wajib sang Sultan ketika hendak berbuka puasa. Namun seiring berkembangnya zaman, ketan bintul kini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Santapan yang berbahan dasar ketan ini dinikmati dengan cara menyiramkan kuah rendang daging sapi atau kerbau serta taburan serundeng yang telah disangrai 3 jam sebelumnya. (29/5)

Alasan Asriah untuk memilih berjualan ketan bintul ini pun berdasarkan kenikmatan dan keunikan dari makanan itu sendiri. Dengan modal awal Rp600 ribu, ia kini bisa mendapatkan penghasilan bersih sebanyak Rp850 ribu per harinya.

"Karena ketan bintul hanya diproduksi pada saat Ramadan saja, jadi banyak orang yang mencari makanan ini saat ngabuburit. Alhamdulillah sejak pertama berjualan, untungnya sudah menutupi modal, lumayan bisa buat beli baju lebaran," pungkas Asriah sambil tertawa ketika diwawancari di kedai ketan bintul miliknya.

Selain itu, penjualan Asriah tergolong laris. Karena dalam setiap harinya selama bulan Ramadan, ia dapat menjual 20 tampah ketan bintul, dimana satu tampah ketan bintul ini berisi sebanyak 35 bungkus ketan bintul. Sedangkan untuk bahan daging sapi dan kerbau, ia biasanya menghabiskan kurang lebih sebanyak 35 kilogram per hari. Untuk satu porsi ketan bintul disajikan dengan 12 potong ketan dan satu bungkus rendang sapi atau kerbau. Setiap porsi ketan bintul, Asriah membandrol harga Rp 25 ribu. 

Asriah juga menambahkan bahwa, dukanya menjual ketan bintul ini dikarenakan harga sembako yang naik di bulan Ramadan, terutama harga daging dan kelapa yang akan digunakan sebagai sajian tambahan di atas ketan. Jadi, mau tidak mau ia harus menambahkan modal ekstra untuk dapat memenuhi bahan pembuatan ketan bintul.

(Reporter: Didi Suhaedi)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.