Langsung ke konten utama

Simulasikan diri dalam menghadapi Politik Uang


(Ilustrasi foto : beritagar.id)

OrangeNews (12/3) Politik Uang atau Money Politics kerap terjadi menjelang pemungutan suara pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)  di Indonesia dengan tujuan menarik simpati masyarakat agar mereka memberikan hak suaranya untuk partai yang bersangkutan. Tidak hanya berbentuk uang, Money Politics juga bisa dalam bentuk sembako. Politik uang termasuk tindak pidana yang ada di ketentuan Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 Pasal 187 poin A sampai D dengan ancaman minimal 3 tahun sampai 6 tahun di penjara.

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) 2018 kota Serang mengaku sudah melakukan kegiatan sosialisasi untuk mendeklarasikan Politik Anti Uang dan Anti SARA dengan mengundang Stakeholder (Pemangku Kepentingan) pemilu kota Serang pada bulan Januari lalu. Hal ini di lakukan agar Pilkada kota Serang bisa menegakkan keadilan Pemilihan Umum (Pemilu) dan membuang jauh-jauh politik uang.

Saat di datangi 2 Maret lalu, Faridi anggota Panwaslu kota Serang mengungkapkan, sejauh ini belum ada temuan atau laporan terkait praktik politik uang yang terjadi pada Pilkada tahun ini, jika memang ditemukan akan diserahkan kepada Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu).

“Kalau kita menemukan dugaan pelanggaran Money politics kita akan meneruskan ke Sentra Gakkumdu, Sentra Gakkumdu ada 3 instansi ya Panwaslu, Kepolisian dan Kejaksaan. Sentra Gakkumdu itu, 3 instansi ini kita menggelar kasus ya, karena kita kan akan menggalih unsur-unsur tindak pidana money politik itu sendiri, bila itu terpenuhi unsur-unsurnya. Seperti barang bukti, pelakunya nah itu nanti kita tindak lanjuti ke pengadilan” tuturnya.

Meskipun masyarakat tahu Money Politics disalahkan, banyak dari mereka yang kerap menerima bentuk sogokan tersebut. Seperti pengakuan dari wanita 24 tahun ini “Saya terima kan lumayan. Tapi kalo masalah memilih atau tidaknya itusih tetap sesuai dengan hati nurani saya, tidak tergantung dengan uang yang dikasih dan yang dikasih juga bukan berupa uang, ada sembako juga ya. Saya sih saya terima walaupun saya tau itu salah, lumayan kan” ujar Rosianna. Namun untuk tahun ini ia berharap agar tidak ada lagi praktik politik uang yang merugikan diri masing-masing partai atau  pasangan calon (paslon).

Praktik Politik Uang layaknya budaya di Indonesia, hal ini diungkapkan Dicky, Universitas Serang Raya “Politik uang itu melanggar peraturan sudah pasti, kan walaupun udah dilarang dalam peraturan Pemilu. Tapi masih sering di lakukan ya gimana ya, udah kaya budaya kalau di Indonesia mah kalau gak ada uang ya susah. Belum terpilih aja udah ngelanggar gimana udah jadi” jelasnya.

Bagi Faridi, simulasi untuk meminimalisir terjadinya praktik politik uang ini dimulai dari kesadaran diri sendiri, artinya masyarakat harus memahami ketika perbuatan Money Politics terjadi bukan hanya pelaku saja yang akan di pidana, tetapi penerima juga akan dipidana, jika pelaku di tahan 3 tahun , penerima juga di tahan 3 tahun.

(Reporter: Dinda Oktavika/Newsroom)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penantian Kampus Baru Untirta

Tembok simbol Untirta yang berada di Kampus A Untirta, Pakupatan, Serang
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) terus melakukan pembenahan untuk fasilitas proses pembelajaran. Salah satunya adalah pembangunan kampus baru Untirta yang diberdirikan di Sindangsari, kecamatan Pabuaran, kabupaten Serang. Pembangunan ini akan direncanakan rampung pada tahun 2020.
Pembangunan kampus baru Untirta Sindangsari, dilakukan mengingat kapasitas mahasiswa kian padat dan meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun. Hal ini membuat pihak Untirta berinisiatif membangun kampus baru, dengan jumlah dan kapasitas yang cukup menampung mahasiswa Untirta di kemudian hari.
Pasalnya kampus baru ini akan dibangun 11 gedung perkuliahan dan 4 gedung Fakultas seperti Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Pertanian (Faperta) dan Fakultas Ekonomi (FE). Ke empat Fakultas ini akan menempati kampus baru Sindangsari nanti, sedangkan kampus Untirta di Pakupatan akan digunakan untuk Di…

Jurusan Pindah, Kelas Begah

Kenalkan Teknologi Pangan di acara Open House Faperta 2018

(Foto: Suasana acara Open House Faperta 2018)
OrangeNews (10/4) - Open House Fakultas Pertanian (FAPERTA) merupakan salah satu kegiatan rutin tahunan yang diadakan di lingkungan mahasiswa Faperta Untirta. Open house tahun ini di inisiasi oleh BEM Faperta serta KBM Faperta yang diselenggarakan di Auditorium Gedung B Untirta. Dalam acara tersebut terdapat diskusi interaktif seputar informasi terbaru Faperta, pengenalan jurusan baru serta pengukuhan ormawa di lingkungan Faperta.
Dengan mengusung tema "Sambut Keluarga Baru, Pererat Silaturahmi menuju Faperta yang Harmoni" Open House kali ini menjadi ajang silaturahmi bagi keluarga besar fakultas pertanian agar terjalinnya keeratan diantara mahasiswa Faperta. 
"Open House tahun ini sebenarnya lebih ke mengenalkan keluarga baru jurusan di Fakultas Pertanian, yakni Teknologi Pangan yang ke seluruh Mahasiswa Faperta baik yang berorganisasi maupun tidak berorganisasi" ujar Dita selaku Ketua pelaksana kegiatan Open House Fapert…