Header Ads

Nobar Perdana Film Asimetris

Suasana diskusi Film Asimetris (Dokumentasi Untirta TV)

OrangeNews (27/3) - Puluhan mahasiswa FISIP Untirta di Aula PKM B Untirta mengikuti diskusi dan menyaksikan Film dokumenter Asimetris yang diselenggarakan oleh BEM FISIP Untirta bekerjasama dengan Untirta TV. Film ini diproduksi oleh rumah produksi WatchDoc yang mengulas tentang perkembangan industri kelapa sawit dan dampak yang ditimbulkannya di hampir sebagian besar wilayah Indonesia.

“watchdoc mau rilis film barunya yaitu “Asimetris” sebenarnya film belum dirilis tapi kita sudah diberitahu, kita bisa menonton dan mengkaji film tersebut dengan diskusi bareng, karena bagus untuk dikaji bersama. Dari situ kepikiran untuk kolaborasi dengan BEM FISIP.” ujar Wildan, selaku anggota Untirta TV yang menjadi salah satu pemantik diskusi.

Sementara itu Krisna, anggota BEM FISIP Untirta yang juga menjadi salah satu pemantik diskusi, menggaris bawahi pesan yang disampaikan oleh film “Asimetris”.

Menurutnya, film Asimestris tentang kelapa sawit ini menjadi penting untuk dibahas karena menjadi salah satu komoditas unggulan di Indonesia yang dibutuhkan pasar internasional. Karena dibelakang industri yang besar tersebut, terdapat problematika yang besar. Baik dari segi lingkungan maupun masyarakat setempat yang terlibat.

Diskusi ini disambut baik oleh mahasiswa yang hadir dalam salah satu diskusi film tersebut.
“banyak hal yg menarik dari diskusi tadi, yaitu seperti saya pribadi yang tadinya tidak terlalu peduli terhadap kondisi Indoneia menjadi tahu bahwa beberapa daerah di Indonesia itu sedang mengalami suatu permasalahan yang cukup serius. Di diskusi ini juga kita dapat tahu bahwa Indonesia kini sedang tidak baik-baik saja sehingga dapat menemukan beberapa solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.” Ungkap Annisa Nur Sabrina, mahasiswa Ilmu Komunikasi.

Lalu untuk tindak lanjut diskusi ini Krisna berharap diskusi ini dapat menumbuhkan kesadaran mahasiswa akan problematika yang masih terjadi di Indonesia saat ini, dengan melakukan pencerdasan-pencerdasan melalui media massa yang ada saat ini.

(Reporter: Prima/Faizal)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.