Langsung ke konten utama

Nasib Pengalihfungsikan Gedung FKIP

(foto: kondisi terkini gedung FKIP yang belum difungsikan kembali)

OrangeNews (16/03) - Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)  telah dialihkan ke kampus C Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) yang bertempat di Ciwaru sejak awal perkuliahan di tahun 2018. Dialihkannya Gedung FKIP ke Ciwaru karena Kampus C memang khusus dibangun untuk FKIP.

Faktor dipindahkannya FKIP ke Ciwaru karena memang ke depannya FKIP akan sama seperti Fakultas Teknis (FT). FKIP mempunyai lokasi kampus tersendiri, kedepannya fakultas ini pun tidak akan ikut pindah ke Sindangsari karena, rencananya kampus Sindangsari akan digunakan oleh mahasiswa S1 FISIP, FEB, FH dan Faperta. Sedangkan kampus A khusus untuk program Pascasarjana.

"Gedung FKIP yang disini rencananya akan tetap dipakai. Sepertinya untuk lembaga yang kantornya kecil-kecil, seperti LP3M, PLI, SPI dan mungkin nanti akan digunakan untuk kantor lain" Ujar Deden, selaku Kepala Bagian Umum Sarana dan Prasarana Untirta.

Sementara ini gedung FKIP yang berada di kampus A tersebut belum difungsikan kembali atau kosong, karena yang akan mengisi gedung tersebut masih diperdebatkan antara LP3M, PLI, SPI atau yang lainnya. Pindahnya gedung lembaga tersebut ditakutkan akan mengubah sistem kerja dari lembaga-lembaga itu sendiri.

Selain itu, Deden juga menyatakan bahwa pihak kampus berencana untuk menggunakan gedung FKIP kembali bulan ini atau bulan depan. Ia belum tau persis masalahnya kapan, karena personil di unit lainnya masih fokus dengan pekerjaannya. Ia berharap secepatnya ada yang mengisi gedung FKIP.

Namun saat ini masih terdapat dua program studi dari FKIP yang belum dipindahkan ke kampus C, yaitu Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi. Hal tersebut membuat beberapa mahasiswa kedua prodi itu merasa sedikit keberatan.

"Untuk saat ini masih biasa aja sih, soalnya belum berurusan juga sama Fakultas. Tapi, kalau misalkan sudah, mungkin memang sedikit lebih ribet yah karena kita harus pergi ke Ciwaru dan harus keluar biaya juga buat ongkosnya". Ujar Rofijar, mahasiswa semester 2 Pendidikan Matematika. 


(Reporter: Affandi/Devy)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penantian Kampus Baru Untirta

Tembok simbol Untirta yang berada di Kampus A Untirta, Pakupatan, Serang
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) terus melakukan pembenahan untuk fasilitas proses pembelajaran. Salah satunya adalah pembangunan kampus baru Untirta yang diberdirikan di Sindangsari, kecamatan Pabuaran, kabupaten Serang. Pembangunan ini akan direncanakan rampung pada tahun 2020.
Pembangunan kampus baru Untirta Sindangsari, dilakukan mengingat kapasitas mahasiswa kian padat dan meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun. Hal ini membuat pihak Untirta berinisiatif membangun kampus baru, dengan jumlah dan kapasitas yang cukup menampung mahasiswa Untirta di kemudian hari.
Pasalnya kampus baru ini akan dibangun 11 gedung perkuliahan dan 4 gedung Fakultas seperti Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Pertanian (Faperta) dan Fakultas Ekonomi (FE). Ke empat Fakultas ini akan menempati kampus baru Sindangsari nanti, sedangkan kampus Untirta di Pakupatan akan digunakan untuk Di…

Jurusan Pindah, Kelas Begah

KBM Untirta, Ingatkan Mahasiswa Akan Darurat Demokrasi Melalui Aksi

(foto: aksi didepan ged a, kampus a)
OrangeNews (08/03) - Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) yang terdiri dari BEM Fakultas, BEM Universitas, serta organisasi eksternal kampus menyelenggarakan aksi menanggapi isu nasional, aksi ini untuk mengingatkan sesama teman - teman mahasiswa yang lain.
Aksi ini dilaksanakan mulai hari ini hingga beberapa hari kedepan, pelaksanaannya ada di Kampus A dan Kampus C Untirta (Ciwaru). Aksi yang direncanakan sejak tiga minggu lalu ini merupakan gagasan dari diskusi melalui forum dengan mengundang seluruh elemen yang dikaji sampai muncul inisiasi aksi hari ini dan melalui proses konsolidasi.
Ada beberapa hal yang disikapi, yakni mewujudkan demokratisasi dan kesejahteraan rakyat. Situasi nasional saat ini sangat mencekam dimana demokrasi dibungkam, pertama dengan lahirnya UU MD3 (Undang  Undang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah), ked…