Header Ads

Minimnya Sosialisasi Pembenahan Kualitas Kampus


Gambar: formulir monitoring pembelajaran di web LP3M Untirta

OrangeNews (13/3) - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) membuat suatu program hasil kerjasama antara Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) dengan pihak kampus yang dalam hal ini melibatkan banyak unsur terutama dalam bidang akademik. Program Monitoring Evaluasi ini mencakup evaluasi terkait pembelajaran dan evaluasi dosen, serta evaluasi terkait keluhan sarana dan prasarana yang ada di kampus Untirta. Tidak hanya aspek akademiknya saja yang digarap dan dibenahi oleh pihak kampus, tetapi aspek sarana dan prasarana pula menjadi konsentrasi lainnya.

Tujuan diadakannya program ini adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan serta memajukan kualitas internal kampus demi kenyamanan seluruh pihak yang berada di lingkungan Untirta. Terlebih ini merupakan program yang dapat menunjang akreditasi daripada kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa itu sendiri dan program tersebut merupakan sebuah bentuk proses yang nantinya akan berprogres jika dikembangkan dan dijalankan dengan baik.

Program Monitoring Evaluasi ini diinisiasi oleh Kordinator Pusat Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran yaitu, Maman Fathurrohman. Luncuran sistem ini  merupakan sebuah tindakan preventif juga represif guna pembenahan perbaikan internal kampus. Maksud tindakan preventif disini adalah dengan diadakannya monitoring.

               Monitoring disini berperan agar terhindar dari suatu permasalahan atau kendala sehingga segala sesuatu yang termasuk dalam proses pembelajaran baik dari pihak dosen maupun mahasiswa terkoordinir dengan rapih dan terus berjalan sesuai dengan rel sistem yang telah ditetapkan. Kemudian maksud dari tindakan represif disini adalah dengan diadakannya evaluasi baik dalam segi pendidikannya maupun sarana dan prasarananya.

Adapula mekanisme dari Program Monitoring Evaluasi ini, yaitu diinput secara online via web yang telah disediakan melalui  lp3m.untirta.ac.id sehingga dalam keadaan apapun atau dimanapun bagi pihak yang ingin mengadukan kejanggalan yang ada bisa dilaporkan melalui web tersebut tidak perlu repot untuk datang langsung ke kantor LP3M. Dalam proses monitoring sendiri itu memiliki skala waktu yang telah ditetapkan sebelumnya, yaitu dalam minggu ke-2, ke-3 dan ke-6 pelaksanaan.

Waktu-waktu tersebut adalah waktu dimana pihak LP3M me-resume hasil dari input data yang ada. Kemudian di tindak lanjuti dengan melaporkannya kepada pihak rektor dan pihak-pihak lainnya yang terkait, selanjutnya diadakan evaluasi untuk mencari solusi daripada hasil monitoring yang ada.

“Kendalanya lebih kepada teknis. Jadi harus memang disiapkan operator khusus, karena sejauh ini yang terjadi di fakultas itu tupoksinya tumpang tindih sehingga bisa jadi tidak fokus. Kemudian ini yang menjadi masalah adalah ketika dosen tidak hadir pada hari dia mengampu tapi kemudian dia melakukan konfirmasi untuk mengganti waktu jam, sehingga bisa jadi ini harus banyak proses klarifikasi yang harus dilakukan, nah itu nanti akan menimbulkan perspektif. Itu yang akan dirancang bagaimana kedepan ini menjadi suatu hal yang lebih baik.” Ungkap salah satu staff LP3M, Ahmad Khoiruddin, Rabu (07/03).

Namun, dari semua aspek yang telah dipaparkan mengenai program tersebut, ada beberapa kekurangannya. Diantaranya adalah kurangnya sosialisasi kepada masyarakat kampus khususnya mahasiswa kampus.

"Jujur saya cuma tahu infonya selintas, yaitu ada pengaduan melalui web terkait dengan dunia perkuliahan baik dari sarana prasarana maupun kegiatan belajar mengajar. Disamping itu menurut saya programnya bagus dan lebih tepat ketika diambil lewat jalur web, jadi ketika ada keluhan mahasiswa bisa tersampaikan walapun tetap harus digencarkan sosialisasinya supaya lebih jelas.” Ujar Ayi Taufik Gunawan, mahasiswa Administrasi Publik.

Dari pihak LP3M pun menyadari akan kurangnya sosialisasi yang dilakukan kepada mahasiswa. Selama ini pihak LP3M yang bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Untirta hanya mensosialisasikan lewat brosur-brosur dan banner yang dipasang pada area depan kampus.

“Kalo di staff jurusan yang menginput kehadiran dosen  sudah dilakukan sosialisasinya itu di auditorium waktu itu, kemudian kalo untuk mahasiswa memang belum dilakukan, maksudnya seperti dikumpulkan gitu dalam jumlah besar kemudian di sosialisasikan itu belum, tapi kita sudah membuatkan buku panduannya via brosur - brosur yang ditempel. Tapi  untuk saat ini hanya sebagian kecil saja jadi untuk mahasiswa belum ada sosialisasi khusus tapi  kalo untuk staff dijurusan itu sudah dilakukan.” Ahmad menambahkan.

Disamping itu, dari BEM Untirta sendiri berharap agar sosialisasi yang akan dilakukan nanti dapat berlangsung secara menyeluruh agar program ini dapat berjalan dengan baik.

 “Dari BEM sendiri tentunya yang pertama dari sosial media lagi digagas oleh kawan-kawan kominfo. Mungkin ada penurunan informasi dari tiap-tiap Fakultas dan Jurusan ke Ormawa ataupun ke UKM Fakultas terkait penyebaran pamflet mengenai informasi mekanisme bagaimana cara mengajukan keberatan dan sebagainya.” Ujar Gandhi Faturrahim, selaku Wakil Presinden Mahasiswa Untirta

(Reporter: Mayang/Prima)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.