Langsung ke konten utama

Minim Penerangan, Untirta Climbing Club Tuai Kendala

(foto: dokumentasi Mapalaut Untirta, kegiatan panjat tebing yang terkendala sarana dan prasarana penerangan)


OrangeNews (15/03) - Mahasiswa pecinta alam Universitas Sultan Ageng Tirtayasa ( Mapalaut) merupakan salah satu UKM untuk menyalurkan hobi atau bakat mahasiswa Untirta dibidang alam. Salah satu kegiatannya yaitu latihan Wall Climbing atau Panjat Tebing. Mahasiswa akan diajarkan bagaimana cara panjat tebing yang baik dan benar dan juga apa saja hal-hal yang diperlukan untuk keselamatan diri saat melakukan panjat tebing.

Program panjat tebing yang digagas oleh Mapalaut ini dinamakan Untirta Climbing Club (UCC). UCC merupakan sebuah kursus gratis dan terbuka untuk seluruh mahasiswa Untirta. Kegiatan ini di adakan secara rutin setiap minggunya di hari selasa dan kamis, mulai dari jam 4 sore sampai selesai. Tidak hanya Mapalaut saja yang melakukan kegiatan ini, ada beberapa Mapala lain yang ikut melakukan kegiatan rutin ini, seperti Mapala UIN SMH Banten (Mahapeka), Mapala Uniba (Mapelba), Mapala Unbaja; Gempa dan masih banyak lagi.

"Kegiatan ini kami adakan untuk mahasiswa yang mempunyai hobi dan ingin meningkatkan kemampuan dalam bidang panjat tebing, selain itu banyak juga sekedar ingin mencoba adrenalin saat pemanjatan tebing" ujar Yudha Dwi Taruna, selaku Ketua Umum Mapalaut periode 2017.

Namun sayangnya, niat baik Mapalaut ini tidak berjalan dengan lancar, karena masih ada kendala yang menurut anggota Mapalaut sendiri kurang dalam mendukung kegiatan tersebut. Salah satunya adalah sarana dan prasarana. Sebelumnya pada periode kepengurusan tahun 2017, pihak Mapalaut sendiri sudah mengajukan untuk penerangan lampu, namun belum terealisasikan hingga saat ini.

"Dari dulu lampu lapangan yang mengarah ke Wall Climbing itu mati. Karena latihan kita itu kan dari sore sampe malam, jadi agak kesulitan kalau di lapangan kurang ada penerangan" ungkap Mulyati, selaku Ketua Umum Mapalaut periode 2018.

Sementara itu, pihak Kasubag Sarana dan Prasarana Untirta, Deden,  memberikan keterangan bahwa lampu di lapangan tidak mati, melainkan memang sengaja dimatikan, karena melihat lapangan tersebut tidak hanya dipakai oleh mahasiswa Untirta, tapi  orang -orang di luar lingkungan kampus juga menggunakannya. Jadi untuk meminimalisirkan hal tersebut pihak sarana dan prasarana mematikan salah satu lampu yang ada di lapangan.

"Jadi untuk pihak yang ingin menggunakan sarana dan prasarana seperti lampu, itu harus membuat surat perihal pengaktifan kembali lampu tersebut kepada pihak bagian sarana dan prasarana"  imbuh Deden.

(Reporter: Febby/ Nova/Tasyia)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penantian Kampus Baru Untirta

Tembok simbol Untirta yang berada di Kampus A Untirta, Pakupatan, Serang
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) terus melakukan pembenahan untuk fasilitas proses pembelajaran. Salah satunya adalah pembangunan kampus baru Untirta yang diberdirikan di Sindangsari, kecamatan Pabuaran, kabupaten Serang. Pembangunan ini akan direncanakan rampung pada tahun 2020.
Pembangunan kampus baru Untirta Sindangsari, dilakukan mengingat kapasitas mahasiswa kian padat dan meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun. Hal ini membuat pihak Untirta berinisiatif membangun kampus baru, dengan jumlah dan kapasitas yang cukup menampung mahasiswa Untirta di kemudian hari.
Pasalnya kampus baru ini akan dibangun 11 gedung perkuliahan dan 4 gedung Fakultas seperti Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Pertanian (Faperta) dan Fakultas Ekonomi (FE). Ke empat Fakultas ini akan menempati kampus baru Sindangsari nanti, sedangkan kampus Untirta di Pakupatan akan digunakan untuk Di…

Jurusan Pindah, Kelas Begah

KBM Untirta, Ingatkan Mahasiswa Akan Darurat Demokrasi Melalui Aksi

(foto: aksi didepan ged a, kampus a)
OrangeNews (08/03) - Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) yang terdiri dari BEM Fakultas, BEM Universitas, serta organisasi eksternal kampus menyelenggarakan aksi menanggapi isu nasional, aksi ini untuk mengingatkan sesama teman - teman mahasiswa yang lain.
Aksi ini dilaksanakan mulai hari ini hingga beberapa hari kedepan, pelaksanaannya ada di Kampus A dan Kampus C Untirta (Ciwaru). Aksi yang direncanakan sejak tiga minggu lalu ini merupakan gagasan dari diskusi melalui forum dengan mengundang seluruh elemen yang dikaji sampai muncul inisiasi aksi hari ini dan melalui proses konsolidasi.
Ada beberapa hal yang disikapi, yakni mewujudkan demokratisasi dan kesejahteraan rakyat. Situasi nasional saat ini sangat mencekam dimana demokrasi dibungkam, pertama dengan lahirnya UU MD3 (Undang  Undang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah), ked…