Langsung ke konten utama

Menuju Re-Akreditasi Untirta

(foto: kondisi terkini gedung rektorat pasca perbaikan menuju re-akreditasi)

OrangeNews (16/3) - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dijadwalkan akan melakukan re-akreditasi pada tahun 2019 mendatang. Akreditasi sendiri adalah standarisasi yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk membantu pemerintah, yang kegiatannya ditujukan untuk upaya melaksanakan pengawasan mutu serta efisiensi pendidikan tinggi. Meski masih dua tahun lagi, Untirta telah melakukan persiapan sedini mungkin. 

“Untirta akan melakukan akreditasi masih dua tahun lagi, namun kita mulai melakukan pembenahan, dari mulai mengumpulkan data-data penting mahasiswa, alumni, dosen, dan sivitas lain. Kita juga melakukan pembangunan termasuk perbaikan gedung A dan gedung rektorat, agar saat waktunya tiba tidak terburu – buru dan sudah siap” ujar Ito, selaku Kepala Bagian Registrasi Untirta.

Banyak indikator yang menjadi syarat dalam akreditasi universitas, seperti jenis dan program pendidikan, modus pembelajaran dan kekhususan program studi. Selain itu dinilai juga dari visi, misi, tujuan dan strategi universitas, tata pamong, tata kelola serta kerjasama, kualitas mahasiswa beserta alumni, Sumber Daya Manusia (SDM), keuangan, sarana dan prasarana. 

Namun masih banyak mahasiswa yang tidak mengetahui rencana re-akreditasi yang akan dilaksanakan dua tahun mendatang ini. Kurangnya publikasi mengenai re-akreditasi pun menjadi salah satu faktornya.

“Saya sih engga tau kalau mau akreditasi univ, tapi kalau udah mulai persiapan dari sekarang bagus, karna kesannya engga buru-buru, jadi univ itu keliatannya niat” ujar Siti Nurdiyanah mahasiswa Ilmu Komunikasi semester 4. 

Walaupun masih tahap awal persiapan, pihak Untirta sudah mempersiapkan diri untuk tidak mendapatkan nilai A. Ito menambahkan bahwa, pihak kampus  tetap memaksimalkan kesempatan dalam akreditasi, walaupun untuk mencapai A itu agak sulit karena fasilitas Untirta kurang memadai apalagi untuk kaum disabilitas sendiri yang belum ada sama sekali kecuali di kampus C.


(Reporter: Atika/Dea)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penantian Kampus Baru Untirta

Tembok simbol Untirta yang berada di Kampus A Untirta, Pakupatan, Serang
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) terus melakukan pembenahan untuk fasilitas proses pembelajaran. Salah satunya adalah pembangunan kampus baru Untirta yang diberdirikan di Sindangsari, kecamatan Pabuaran, kabupaten Serang. Pembangunan ini akan direncanakan rampung pada tahun 2020.
Pembangunan kampus baru Untirta Sindangsari, dilakukan mengingat kapasitas mahasiswa kian padat dan meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun. Hal ini membuat pihak Untirta berinisiatif membangun kampus baru, dengan jumlah dan kapasitas yang cukup menampung mahasiswa Untirta di kemudian hari.
Pasalnya kampus baru ini akan dibangun 11 gedung perkuliahan dan 4 gedung Fakultas seperti Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Pertanian (Faperta) dan Fakultas Ekonomi (FE). Ke empat Fakultas ini akan menempati kampus baru Sindangsari nanti, sedangkan kampus Untirta di Pakupatan akan digunakan untuk Di…

Jurusan Pindah, Kelas Begah

KBM Untirta, Ingatkan Mahasiswa Akan Darurat Demokrasi Melalui Aksi

(foto: aksi didepan ged a, kampus a)
OrangeNews (08/03) - Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) yang terdiri dari BEM Fakultas, BEM Universitas, serta organisasi eksternal kampus menyelenggarakan aksi menanggapi isu nasional, aksi ini untuk mengingatkan sesama teman - teman mahasiswa yang lain.
Aksi ini dilaksanakan mulai hari ini hingga beberapa hari kedepan, pelaksanaannya ada di Kampus A dan Kampus C Untirta (Ciwaru). Aksi yang direncanakan sejak tiga minggu lalu ini merupakan gagasan dari diskusi melalui forum dengan mengundang seluruh elemen yang dikaji sampai muncul inisiasi aksi hari ini dan melalui proses konsolidasi.
Ada beberapa hal yang disikapi, yakni mewujudkan demokratisasi dan kesejahteraan rakyat. Situasi nasional saat ini sangat mencekam dimana demokrasi dibungkam, pertama dengan lahirnya UU MD3 (Undang  Undang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah), ked…