Header Ads

KBM Untirta, Ingatkan Mahasiswa Akan Darurat Demokrasi Melalui Aksi


Foto: aksi didepan ged a, kampus a

OrangeNews (08/03) - Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) yang terdiri dari BEM Fakultas, BEM Universitas, serta organisasi eksternal kampus menyelenggarakan aksi menanggapi isu nasional, aksi ini untuk mengingatkan sesama teman - teman mahasiswa yang lain.

Aksi ini dilaksanakan mulai hari ini hingga beberapa hari kedepan, pelaksanaannya ada di Kampus A dan Kampus C Untirta (Ciwaru). Aksi yang direncanakan sejak tiga minggu lalu ini merupakan gagasan dari diskusi melalui forum dengan mengundang seluruh elemen yang dikaji sampai muncul inisiasi aksi hari ini dan melalui proses konsolidasi.

Ada beberapa hal yang disikapi, yakni mewujudkan demokratisasi dan kesejahteraan rakyat. Situasi nasional saat ini sangat mencekam dimana demokrasi dibungkam, pertama dengan lahirnya UU MD3 (Undang  Undang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah), kedua RKUHP (Rancangan Kitab Undang  Undang Hukum Pidana), ada notasi tentang kepemahaman TNI dan POLRI dan terkait dengan buruh yang masih terjebak dalam upah murah.

Aksi ini juga mengkampanyekan kepada mahasiswa bagaimana reforma agraria Jokowi  JK saat ini adalah reforma agraria palsu yang hanya sertifikasi lahan.

 "Masih terjadi juga sampai saat ini  komersialisasi dan liberalisasi dibidang pendidikan. Bisa lihat di Kampus kita sendiri masih banyak masalah apalagi baru  baru ini seperti denda kampus" ujar Rizky Ardiyanto mahasiswa Agribisnis14 selaku humas aksi.

Menurut salah seorang mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Risa Setiawati, demokrasi di Indonesia saat ini yang sangat minim dan terbatas. Demokrasi sekarang menurut Risa hanya sebagai jargon dan selogan saja. Banyak pemimpin yang memang dipilih dari rakyat, oleh rakyat tapi tidak kembali pada rakyat. Ibaratnya sepeti selogan buanglah sampah pada tempatnya tapi tidak semua orang melakukan itu. Sama seperti selogan Indonesia demokrasi, tapi tidak semua orang merasakan demokrasi.

Aksi  aksi yang dilaksanakan oleh mahasiswa terkait dengan demokrasi merupakan salah satu bentuk untuk menggencarkan bahwa demokrasi di Indonesia belum berjalan dengan baik, adanya ketidak sinkronan antara pemerintah dengan rakyat.

Dari aksi yang terlaksana muncul harapan  harapan. Baik itu dari mahasiswa maupun rakyat sekaligus agar demokrasi di Indonesia dijalankan sesuai dengan artinya yaitu dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat, pemerintah harus lebih mengedepankan apa itu demokrasi bukan hanya omongan belaka karena bagaimanapun juga pemerintah berasal dari rakyat, dipilih oleh rakyat dan seharusnya kembali lagi kepada rakyat bukan hanya menjanjikan berbagai macam hal saja tanpa adanya perwujudan.

(Reporter: Nova/Febby/Tasyia)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.