Langsung ke konten utama

[ Editorial Orange ] Hari Perempuan Nasional, Solidaritas Lintas Bangsa Untuk Maju


Happy International Woman's Day, Orangers!!

Selamat memperingati keberhasilan kaum perempuan di bidang sosial, ekonomi dan politik. Bertepatan dengan tanggal yang diperingati sebagai Hari Perempuan Sedunia, aku ingin sedikit mengulas sejarah terbentuknya gagasan tersebut.

Gagasan untuk memperingati Hari Perempuan Sedunia ini lahir ditengah-tengah gelombang industrialisasi dan ekspansi ekonomi yang menyebabkan timbulnya berbagai protes atas kondisi tersebut pada awal abad ke-20. Pada tanggal 8 Maret 1857 di New York City, kaum perempuan dari pabrik garmen melakukan protes atas diskriminasi gaji. Namun, aksi mereka ini dibubarkan oleh aparat setempat. Dua tahun kemudian dan di bulan yang sama kaum buruh perempuan tersebut membentuk serikat buruh untuk memperjuangkan hak-hak mereka sebagai buruh perempuan.

Peringatan Hari Perempuan Sedunia ini pun sudah berlangsung sejak tahun 1900-an pada masa ekspansi industrial. Kaum perempuan menganggap ada tekanan dan perlakuan yang tidak adil pada saat itu, kemudian terjadilah longmarch di New York-Amerika Serikat yang berisikan 15ribu perempuan tumpah ruah dijalan.

Ditahun 1909 pada tanggal 28 Februari gerakan perempuan ini mendapat dukungan dari kalangan sosialis Amerika, bersamaan dengan pendeklarasian Partai Sosialis Amerika, mereka juga menetapkan tanggal 28 Februari sebagai hari perempuan.

Berubahnya peringatan menjadi 8 Maret memiliki sejarah yang cukup rumit. Pada tahun 1910, diadakan Konferensi Internasional Perempuan Pekerja yang di gelar di Copenhagen-Denmark. Konferensi tersebut melibatkan 100 perempuan dari 17 negara. Dari tiap-tiap negara tersebut mewakili serikat pekerja, partai sosialis, kelompok pekerja perempuan, termasuk tiga perempuan pertama yang dipilih sebagai anggota Parlemen Finlandia.

Untuk memperkokoh tuntutan kaum perempuan, Clara Zetkin selaku pemimpin lembaga perempuan pada Partai Demokrasi Sosialis Jerman mengusulkan agar seluruh negara memperingati hari perempuan pada tanggal yang sama.

Maka pada tahun 1911, mengikuti hasil keputusan konferensi tersebut, hari perempuan internasional pertama kali diperingati di Jerman, Swiss, Denmark dan Austria pada 19 Maret. Lebih dari satu juta perempuan dan laki-laki menghadiri kampanye memperjuangkan hak perempuan bekerja, memiliki hak pilih, mengikuti pelatihan, memegang jabatan publik, dan mengakhiri diskriminasi. Namun, kurang dari sepekan kemudian, pada 25 Maret, terjadi peristiwa “Segitiga Api” di New York yang merenggut nyawa lebih dari 140 buruh perempuan.

Kemudian sejarah ini berlanjut di Benua Eropa. Pada saat Perang Dunia I, sekitar tahun 1913 dan 1914, Hari Perempuan Sedunia juga menjadi cara memprotes perang alias gerakan perdamaian. Mayoritas perempuan berunjuk rasa, baik untuk memprotes perang maupun sebagai aksi solidaritas sesama aktivis perempuan.

Pada tahun 1917, perempuan Rusia kembali menggelar aksi protes atas terenggutnya nyawa lebih dari 2 juta tentara Rusia dalam perang melalui kampanye “Bread and Roses”. Protes itu terjadi pada tanggal 23 Februari (menurut kalender Julian yang digunakan di Rusia) atau 8 Maret (menurut tanggalan Gregorian).

Meski timbul pertentangan oleh para elit politik negeri tersebut, mereka tak gentar dan terus memprotes hingga empat hari kemudian, Tsar runtuh. Akhirnya, Pemerintah Provinsi memberi hak pilih pada perempuan di sana. Sejak saat itulah, hari perempuan diperingati pada 8 Maret.

Selamat Hari Perempuan Sedunia, semoga para perempuan di Indonesia tidak lagi tersekat oleh dogma “Dapur”.


( Ditulis oleh : Divisi Riset dan Kajian Orange )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penantian Kampus Baru Untirta

Tembok simbol Untirta yang berada di Kampus A Untirta, Pakupatan, Serang
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) terus melakukan pembenahan untuk fasilitas proses pembelajaran. Salah satunya adalah pembangunan kampus baru Untirta yang diberdirikan di Sindangsari, kecamatan Pabuaran, kabupaten Serang. Pembangunan ini akan direncanakan rampung pada tahun 2020.
Pembangunan kampus baru Untirta Sindangsari, dilakukan mengingat kapasitas mahasiswa kian padat dan meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun. Hal ini membuat pihak Untirta berinisiatif membangun kampus baru, dengan jumlah dan kapasitas yang cukup menampung mahasiswa Untirta di kemudian hari.
Pasalnya kampus baru ini akan dibangun 11 gedung perkuliahan dan 4 gedung Fakultas seperti Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Pertanian (Faperta) dan Fakultas Ekonomi (FE). Ke empat Fakultas ini akan menempati kampus baru Sindangsari nanti, sedangkan kampus Untirta di Pakupatan akan digunakan untuk Di…

KBM Untirta, Ingatkan Mahasiswa Akan Darurat Demokrasi Melalui Aksi

(foto: aksi didepan ged a, kampus a)
OrangeNews (08/03) - Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) yang terdiri dari BEM Fakultas, BEM Universitas, serta organisasi eksternal kampus menyelenggarakan aksi menanggapi isu nasional, aksi ini untuk mengingatkan sesama teman - teman mahasiswa yang lain.
Aksi ini dilaksanakan mulai hari ini hingga beberapa hari kedepan, pelaksanaannya ada di Kampus A dan Kampus C Untirta (Ciwaru). Aksi yang direncanakan sejak tiga minggu lalu ini merupakan gagasan dari diskusi melalui forum dengan mengundang seluruh elemen yang dikaji sampai muncul inisiasi aksi hari ini dan melalui proses konsolidasi.
Ada beberapa hal yang disikapi, yakni mewujudkan demokratisasi dan kesejahteraan rakyat. Situasi nasional saat ini sangat mencekam dimana demokrasi dibungkam, pertama dengan lahirnya UU MD3 (Undang  Undang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah), ked…

Gebrakan Mahasiswa Untirta untuk lebih Berprestasi

( foto: pembukaan acara pada saat pengukuhan)
OrangeNews(28/02) - Kemarin telah dikukuhkan 18 UKM dan 3 Lembaga Mahasiswa Bertempat di Auditorium Kampus A sultan Ageng Tirtayasa yang dihadiri sejumlah petinggi kampus. 
Dalam sambutannya Suherna selaku Wakil Rektorat 3 menyampaikan bahwa setiap ormawa sudah membuat program kerja yang sifatnya menuju prestasi mengingat Kampus Untirta di Banten sudah sangat pesat perkembangannya sehingga Mahasiswa Untirta harus mengikuti pertumbuhan itu dengan cara membangun komunikasi dengan perguruan tinggi lain dan dapat menghasilkan prestasi agar kampus Untirta menjadi spektakuler dan disegani oleh perguruan tinggi yang ada di Banten “Program kerja prestasi sudah jadi kebijakan dari pihak kemahasiswaan, Alhamdulillah sekarang karna mahasiswa punya banyak prestasi jadi peringkat insitusi kita naik” Ujar Suherna. 
Selain itu Ia berpesan kepada Mahasiswa agar Mahasiswa gali keahlian mereka melalui organisasi yang ada dikampus dengan Mahasiswa mengikuti org…